comscore

Pelurusan Sejarah Wujud Penghargaan Perjuangan Pahlawan

Fachri Audhia Hafiez - 06 November 2021 13:21 WIB
Pelurusan Sejarah Wujud Penghargaan Perjuangan Pahlawan
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat/Istimewa
Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menilai meluruskan sejarah dari mitos adalah wujud penghargaan bagi perjuangan pahlawan. Salah satunya, meluruskan mitos terkait perjuangan masyarakat Ambon melawan penjajah di benteng atau Fort Amsterdam.

Hal itu disampaikan Rerie dalam acara Monolog dan Diskusi Buku: Kepak Cinta Pengawal Langit-Pentingnya Keberanian Bangsa Melawan Sebuah Dusta dan Kebohongan di Fort Amsterdam, Leihitu, Maluku. Buku itu karya Connie Rahakundini Bakrie.
"Fort Amsterdam ini bukti dari gigihnya perlawanan masyarakat Hitu di Ambon dalam melawan penjajah Belanda. Kerajaan Hitu juga pernah bersama Ratu Kalinyamat dari Jepara, melawan Portugis saat berusaha menguasai Nusantara," ujar Rerie melalui keterangan tertulis, Sabtu, 6 November 2021.

Baca: Lestari Moerdijat Diberi Gelar Adat We Wettueng Lala Paratiwi

Rerie menyoroti peran Ratu Kalinyamat. Menurut dia, perlu diluruskan peran Ratu Kalinyamat yang kerap disebut sebagai pendendam dan menghalalkan segala cara dalam memerangi musuhnya.

Menurut Rerie, Pusat Kajian Ratu Kalinyamat yang dipimpin oleh Ratno Lukito telah menemukan bukti-bukti primer. Bahwa, Ratu Kalinyamat adalah penggagas konsep poros maritim di Nusantara.

"Lewat pembentukan aliansi dengan sejumlah kerajaan dari Aceh sampai Hitu di Ambon dalam melawan penjajah Portugis," ucap Rerie.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengatakan fakta-fakta sejarah yang ditemukan tersebut harus menjadi pengetahuan masyarakat luas. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui sejarah bangsa dengan baik.

"Sekaligus meluruskan sejumlah fakta yang terdistorsi oleh legenda dan mitos yang berkembang selama ini. Upaya tersebut merupakan bagian dari cara anak bangsa menghormati pengorbanan para pejuang dalam merebut kemerdekaan," ucap Rerie.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Maluku Murad Ismail menegaskan Fort Amsterdam adalah tempat bersejarah yang harus dipahami oleh generasi muda. Bahwa, kemerdekaan Indonesia sudah diperjuangkan secara bersama-sama oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara pada masa lalu.

"Karena itu di masa kemerdekaan ini para generasi muda juga harus secara bersama-sama membangun negeri," ucap Murad.

Dosen Universitas Paramadhina, Luthfi Assyaukanie berpendapat terkait buku yang menjadi bahan diskusi itu. Menurut dia, ramuan tema tersebut disajikan menarik bagi pembaca.

"Apalagi dalam buku tersebut juga tertuang  ide-ide besar dan catatan kejayaan sejarah Nusantara di masa lalu," ujar Luthfi.

Vice President Oic Youth, Diskah Resha Putra, menilai buku karya Connie itu banyak memuat catatan sejarah pejuang perempuan yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Misalnya terkait sepak terjang lain Raru Shima dan Ratu Kalinyamat.

Buku itu juga dinilai telah mengulas masalah-masalah pertahanan negara yang penting untuk diketahui generasi muda. Sebagai anak muda, kata Diskah, pentingnya memahami besarnya pengorbanan para pejuang di masa lalu.

"Tanpa andil para pejuang, kami sebagai generasi muda tidak ada di sini," pungkas dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id