Masyarakat Diminta Bijak Melihat Angka Positivity Rate

    Gervin Nathaniel Purba - 24 Juni 2021 21:13 WIB
    Masyarakat Diminta Bijak Melihat Angka Positivity Rate
    Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Foto: ANT Biro Pers)



    Jakarta: Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk bijak dalam melihat data positivity rate kasus covid-19. Masyarakat diminta untuk tidak salah menafsirkan keadaan. 

    Imbauan ini muncul menyusul meningkatnya tren positivity rate kasus covid-19 secara nasional dalam beberapa minggu terakhir. Berdasarkan data per minggu ke-3 Juni 2021, positivity rate di Indonesia mencapai angka 14,64 persen. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan standar yang dipatok WHO, yaitu lima persen. 

     



    “Rentang waktu 14 hari adalah yang paling efektif dalam penentuan langkah intervensi kebijakan selanjutnya, karena rentang yang terlalu singkat atau terlalu lama, seperti harian atau dua bulanan, dapat mengaburkan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan,” ujar Wiku, dikutip keterangan tertulis, Kamis, 24 Juni 2021.

    Jika berkaca pada data sejak awal pandemi, positivity rate di Indonesia pernah mencapai puncak paling tinggi, sebesar 28,25 persen, pada dua minggu pertama Januari 2021. Karena itu, positivity rate sekarang yang sudah mendekati 15 persen ini harus diwaspadai dan semaksimal mungkin dikendalikan.

    Karena positivity rate ditentukan dari jumlah orang yang diperiksa, maka ada beberapa kondisi yang mempengaruhi akurasinya. Salah satunya, sumber daya yang terbatas dan keterbatasan akses pada fasilitas tes. 

    Hal Ini disebabkan penggunaan fasilitas tes diprioritaskan untuk yang seseorang sudah memiliki gejala atau kontak erat. Dengan begitu, bukan tidak mungkin hasil tes cenderung menunjukkan positif covid-19, karena sudah dikerucutkan pada kelompok orang yang memang memiliki gejala atau kontak erat.

    “Di Indonesia, pada umumnya orang sehat tidak menjalani tes covid-19. Padahal hal ini dapat mempengaruhi angka positivity rate menjadi tinggi”, ujar Wiku.

    Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/MENKES/446/2021, yang menetapkan penggunaan rapid test antigen sebagai salah satu metode dalam pemeriksaan covid-19.

    Melalui Kepmenkes ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses uji covid-19. Kebijakan skrining ini akan terus dibarui sesuai kondisi yang ada dengan tetap mempertimbangkan kenyamanan masyarakat. Termasuk untuk seseorang yang mobilitasnya tinggi.

    “Tentu, ini mempertimbangkan antigen jauh lebih cepat dan murah, dengan akurasi mendekati tes PCR. Antigen digunakan untuk melacak kontak erat, penegakan diagnosis, dan skrining covid-19 dengan kondisi tertentu, seperti menghadiri kegiatan atau sebagai syarat bila seseorang ingin melakukan perjalanan,” kata Wiku. 

    Satgas mengingatkan ada beberapa situasi yang dapat menurunkan efektivitas tes antigen, seperti penggunaan antigen yang tidak dikonfirmasi dengan tes PCR pada orang dengan  kemungkinan terinfeksi, atau kontak erat. Begitu juga penggunaan antigen yang tidak sesuai mutu standar WHO, dan pengambilan sampel swab yang tidak sesuai prosedur, seperti di sepertiga hidung anterior dapat berdampak pada penurunan efektivitas tes antigen.

    “Menyikapi keadaan ini, saya meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk memastikan penggunaan antigen yang tetap pada fungsinya dan dengan metode yang tepat. Apabila pada  kasus yang perlu konfirmasi PCR, maka harus diteruskan dengan tes PCR agar hasilnya lebih akurat,” ucapnya.


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id