18 Orang Pengeroyok TNI-Polri di Jambi Kembali Ditangkap

    Ilham Pratama Putra - 22 Juli 2019 07:00 WIB
    18 Orang Pengeroyok TNI-Polri di Jambi Kembali Ditangkap
    Ilustrasi - Medcom.id.
    Jambi: Sebanyak 18 orang kembali ditangkap terkait kasus pengeroyokan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Jambi. Total kepolisian telah menahan 59 orang tersangka pengeroyokan tim satgas yang beranggotakan TNI-Polri sejak 13 Juli lalu.

    Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi Kombes M Edi Faryadi mengatakan 18 orang yang ditangkap berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Serikat Mandiri Batanghari (SMB). Hal ini diketahui dari hasil penyidikan dan bukti yang didapatkan tim gabungan TNI-Polri.

    "Mereka berasal dari SMB dari kawasan hutan di Kabupaten Batanghari, Jambi. Ke-18 orang laki-laki itu ditangkap di dalam hutan Kabupaten Batanghari yang berbatasan dengan kantor PT WKS di Distrik VIII Kabupaten Tanjungjabung Barat, tempat mereka melakukan aksi," Kata Edi seperti dikutip Antara, Senin 22 Juni 2019.

    Dari para pelaku, pihak Kepolisian mengamankan dua senjata api rakitan. Kemudian ditemukan pula 14 senjata tajam, empat bambu runcing serta beberapa unit telepon genggam. 

    Tim gabungan TNI-Polri masih berada di lokasi dan sekitar kawasan hutan tempat pelaku bersembunyi. Edi memastikan pihaknya akan terus berjaga di kawasan tersebut karena masih ada upaya memblokade kawasan di perkantoran dan perumahan sekitar lokasi.

    "Mereka masih melakukan tindakan anarkis seperti memecahkan kaca mobil yang melintasi kawasan tersebut. Maka Kepolisian dan TNI yang berjumlah sekitar 200 orang masih berjaga di kawasan tersebutuntuk mengantisipasi adanya tindakan susulan," lanjut Edi.

    Total para pelaku yang ditangkap terdiri atas 58 orang laki-laki. Satu diantaranya adalah perempuan bernama Deli Fitri yang merupakan istri dari pimpinan SMB, Muslim.

    Dalam kasus ini, para pelaku terancam dikenakan pasal berlapis. Diantaranya pasal 170 KHUP, pasal 363 KUHP dan Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

    Sejumlah anggota Polri dan TNI dikeroyok oleh kelompok SMB terkait kasus sengketa tanah di Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari, Jambi 13 Juli lalu. Kapolda Jambi Irjen Muchlis mengatakan sengketa tanah tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu.




    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id