Kedatangan Pangeran Abu Dhabi Bersejarah

    Damar Iradat - 24 Juli 2019 16:22 WIB
    Kedatangan Pangeran Abu Dhabi Bersejarah
    Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan dan Presiden Joko Widodo - Medcom.id/Damar Iradat.
    Jakarta: Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan akhirnya mengunjungi Indonesia. Kunjungan ini dinilai bersejarah. 

    "Kunjungan ini adalah kunjungan yang sangat bersejarah karena merupakan kunjungan kenegaraan yang pertama setelah 29 tahun. Kunjungan terakhir dilakukan oleh ayahnya (Sheikh Zayed al-Nahyan)," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Rabu, 24 Juli 2019.

    Pertemuan dengan Mohammed merupakan pertemuan terpanjang yang pernah dilakukan Presiden Jokowi dengan tamu dari negara lain. Apalagi, Jokowi pagi tadi menyempatkan menjemput langsung Mohammed yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

    Jokowi juga mendampingi Mohammed dalam perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Istana Kepresidenan Bogor. Retno memperkirakan pertemuan Jokowi dengan Mohammed kurang lebih 2,5 jam.

    (Baca juga: Jokowi Ajak Pangeran Abu Dhabi Tanam Pohon Damar)

    "Di dalam mobil sekitar kurang lebih 1,5 jam, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan di teras, di beranda selama sekira lebih dari 1 jam," ungkapnya.

    Retno menyebut tak ada alasan khusus Jokowi menjemput Mohammed ke bandara. Ini merupakan balasan saat Jokowi berkunjung ke Abu Dhabi pada 2015. 

    Saat itu, Mohammed menjemput langsung Jokowi di depan pesawat. Kemudian, Mohammed menyetiri Jokowi menuju ke restoran.

    "Di situ Presiden merasa sangat dihargai dan saya kira wajar kalau kita memberikan penghargaan serupa kepada Seikh Mohammaed pada saat dia berkunjung ke Indonesia," papar Retno.

    Retno mengungkapkan dalam pertemuan keduanya membahas peningkatakan kerja sama ekonomi antar dua negara. Pertemuan juga membahas peningkatan kerja sama sebagai dua negara muslim.

    "Jadi pembahasan mengenai ekonomi sangat kental sekali dan yang kedua adalah bagaimana kita dua negara muslim bisa melakukan kerja sama yang dapat membawa manfaat bagi umat bagi masyarakat kita," kata dia.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id