comscore

Cendekiawan Muda ICMI Dilantik

Nurfajri BN - 30 Januari 2016 14:09 WIB
Cendekiawan Muda ICMI Dilantik
Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie menandatangani berkas pelantikan cendikiawan muda ICMI. Foto: Nurfajri/MTVN.
medcom.id, Jakarta: Para cendekiawan muda yang tergabung dalam Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) pagi ini dilantik oleh Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie.

Pelantikan pengurus periode 2015-2020 ini digelar di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Sabtu (30/1/2016). Turut hadir pula Ketua KPU Husni Kamil Manik, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Danang Sanggabhuwana, dan sejumlah cendekiawan muda muslim lainnya.
Ketua Umum Masika ICMI Ferry Kurnia Rizkiansyah mengatakan, kepengurusan mendatang mengangkat tema "Memperteguh Karya, Jati Diri, dan Komitmen untuk Bangsa". Kata Komisioner KPU ini, cendekiawan muda Indonesia ditantang untuk mendorong kemajuan bangsa sekaligus mendorong transformasi masyarakat melalui berbagai karya.

Saat ini dan dalam beberapa tahun mendatang, perekonomian Indonesia digerakkan oleh kelas menengah. "Dan menciptakan kelas menengah yang berkualitas itu merupakan tugas para cendekiawan dan kelompok-kelompok intelektual," kata Ferry dalam keterangannya, Sabtu pagi.

Cendekiawan Muda ICMI Dilantik
Pelantikan cendikiawan muda ICMI. Foto: Nurfajri/MTVN.

Sementara Jimly Asshiddiqie menegaskan komitmen ICMI untuk memperkuat basis di kampus dan masjid. Tantangan bagi ICMI, dan organisasi-organisasi di bawahnya, menurut dia, adalah bisa menyinergiskan seluruh potensi di tubuh organisasi untuk menghasilkan karya nyata bagi bangsa. "Dalam hal ini kita tidak bisa memisahkan antara kalam dan qalam," ujar Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini.

Selain itu, menurut Jimly, setelah reformasi bangsa ini dimasuki gelombang liberalisasi besar-besaran. "Semua pikiran kita terjebak dalam pola pikir kebebasan. Dan ini tidak bisa terbendung. Jika kita tidak punya kesadaran terhadap ini, maka bangsa dan kebudayaan kita akan habis. Kata kuncinya adalah nilai. Pasar harus dikontrol oleh nilai," papar Jimly.

Pasar yang dimaksud oleh Jimly bukan hanya pasar dalam arti ekonomi, namun juga dalam hal politik, budaya, dan lainnya. "Jangan sampai hal-hal semacam pasar politik itu tidak terkontrol. Inilah tugas para intelektual, termasuk para cendekiawan muda," cetusnya.

Masika ICMI adalah salah satu organ di tubuh ICMI yang berdiri pada 1993. Organisasi ini diisi para profesional dan akademisi lintas bidang dan lintas kelompok muslim. Sejumlah tokoh yang membidani lahirnya Masika ICMI antara lain A.E. Priyono, Andrinof A Chaniago, Yudi Latif, Hamid Bayaib, Abdul Munim, Abdul Hamid, dan Ade Armando. Tokoh senior ICMI yang membantu proses lahirnya Masika adalah Marwah Daud Ibrahim, Dawam Rahardjo, Jimly Ashiddiqie, A Watik Partiknya, Adi Sasono, dan Soetjipto Wirasardjono.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id