comscore

Indonesia Tindaklanjuti Hasil COP26

Faustinus Nua - 19 November 2021 15:18 WIB
Indonesia Tindaklanjuti Hasil COP26
ilustrasi/medcom.id
Jakarta: Sejumlah hasil yang disepakati dalam Conference of the Parties ke-26 (COP26) United Nation Framework on Climate Change Conference (UNFCCC) di Glasgow, menjadi pekerjaan rumah untuk ditindaklanjuti semua negara. Indonesia siap menindaklanjuti hasil COP26 dengan mulai mengimplementasikan kegiatan mitigasi dan adaptasi untuk memenuhi target penurunan emisi.

"Indonesia perlu mulai mengimplementasikan kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim guna memenuhi target penurunan emisi sebagaimana di dokumen kontribusi yang ditetapkan secara nasional (NDC) 29 persen dengan kemampuan sendiri dan 41 persen dengan dukungan internasional," ungkap Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong dilansir dari Media Indonesia, Jakarta, Jumat, 19 November 2021.
Implementasi tersebut terkait lima sektor utama yang menjadi target penurunan emisi. Kelima sektor tersebut, yakni kehutanan, energi dan transportasi, limbah, pertanian, dan industri.

Alue mengatakan dibutuhkan penyiapan kebijakan, program, aksi, dan pendanaan untuk FoLU Net Sink 2030. Sehingga upaya untuk pemenuhan NDC di sektor Kehutanan dan Tata Guna Lahan bisa tercapai.

Selain itu, Indonesia juga melakukan penyiapan aturan turunan dan infrastruktur Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon. Penyiapan infrastruktur untuk mendukung perdagangan emisi berupa revitalisasi Sistem Registrasi Nasional (SRN), Penetapan Baseline Emisi Nasional, dan Sektor.

Baca: Pakta Iklim Glasgow Dorong Upaya Bersama Kurangi Emisi Global

Penetapan itu termasuk batas atas dan misi sektor Monitoring, Reporting and Verification (MRV). Termasuk menyiapkan sistem penerbitan sertifikat penurunan emisi Indonesia (SPEI) dan lainnya dalam rangka menyongsong implementasi Pasal 6 Paris Agreement.

"Mulai melaksanakan inventarisasi dan perhitungan Loss and Damage akibat dampak Perubahan Iklim sebagai tindak lanjut Santiago Network on Loss and Damage (STND)," ucapnya.

Alue juga menambahkan bahwa Indonesia perlu membangun dan memperkuat kerangka transparansi di sektor perubahan iklim domestik. Selain itu, menggalang pendanaan untuk pelaksanaan mitigasi dan adaptasi iklim melalui mobilisasi dana publik, swasta, donor, filantropi, blended finance, dan lainnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id