KSP Heran Tak Ada Kajian Soal Nekat Mudik di Tengah Pandemi Covid-19

    Kautsar Widya Prabowo - 19 Agustus 2021 04:01 WIB
    KSP Heran Tak Ada Kajian Soal Nekat Mudik di Tengah Pandemi Covid-19
    Ilustrasi kendaraan mudik. Medcom.id



    Jakarta: Kantor Staf Presiden (KSP) heran tidak ada pihak yang melakukan riset terkait penyebab masyarakat nekat mudik di tengah pandemi covid-19. Tindakan pemudik tersebut menjadi awal lonjakan kasus covid-19 di Tanah Air.

    "Sebelum lebaran itu enggak ada isu yang signifikan (lonjakan covid-19), tapi apa yang terjadi orang maksa mudik, dilawan itu petugas. Sampai sekarang tidak ada kajian kebudayaan soal itu," ujar Deputi II KSP Bidang Pembangunan Manusia, Abetnego Tarigan, dalam diskusi virtual, Rabu, 18 Agustus 2021.

     



    Abetnego menambahkan sebelum lebaran tidak terjadi krisis kapasitas tempat tidur rumah sakit. Namun, hal tersebut terjadi setelah masyarakat pulang mudik.

    "Apa yang sebenarnya terjadi dengan masyarakat kita. Isunya pasti karena enggak percaya sama pemerintah, enggak juga  gitu loh," kata dia.

    Dia menilai sejauh kajian terkait sikap pemerintah dalam menangani covid-19 tidak melihat konteks sosial, budaya, dan ekonomi di masyarakat. "Ini penting, karena sangat sedikit kajian soal ini, jadi seolah-olah (masyarakat) diposisikan kalau di-lockdown tenang," ucapnya.

    Sebelumnya, kekhawatiran adanya lonjakan kasus covid-19 setelah libur lebaran mulai terbukti. Data menunjukkan lonjakan kasus terjadi di daerah asal maupun daerah tujuan mudik.

    Baca: Kepala Daerah Menutupi Data Covid-19 untuk Kepentingan Politik

    Lonjakan kasus itu terjadi dalam dua minggu terakhir setelah libur lebaran. Terdapat tren kenaikan tingkat keterisian tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan covid-19.

    Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, terjadi lonjakan kasus. Peningkatan tempat tidur isolasi mulai terlihat dengan membandingkan data pada 20 Mei dan 26 Mei 2021. Peningkatan secara nasional sebesar 14,2 persen, yakni dari 20.560 menjadi 23.488 tempat tidur.

    Lima provinsi yang menjadi daerah asal dan tujuan mudik ialah DKI Jakarta dengan keterisian tempat tidur isolasi naik 23,7 persen, Jawa Barat naik 30,2 persen, Jawa Tengah naik 23,14 persen, Banten naik 21,2 persen, dan DI Yogyakarta naik 18,8 persen.

    Data milik Satgas Penanggulangan Covid-19 itu terkonfirmasi dengan data lapangan yang dikutip secara random. Misalnya, 90 orang dinyatakan positif covid-19 di Perumahan Griya Melati Kota Bogor. Di Bantul, Yogyakarta, juga ditemukan 29 warga di salah satu desa yang positif.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id