Relawan Dipanggil Ikut Bantu Penanganan Korona

    Candra Yuri Nuralam - 22 Maret 2020 10:46 WIB
    Relawan Dipanggil Ikut Bantu Penanganan Korona
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Masyarakat diajak membantu menanggulangi virus korona (covid-19). Relawan medis dan kemanusiaan dipanggil untuk ikut terlibat dalam kegiatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    "Peran pemerintah harus didukung seluruh lapisan masyarakat, kita kerja bersama," kata Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) Andre Rahadian di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Minggu, 22 Maret 2020.

    Menurut dia, relawan medis ini bisa berasal dari dari alumni perguruan tinggi maupun mahasiswa tingkat akhir. Kehadiran mereka bisa membantu tenaga medis di rumah sakit (RS) untuk menangani masalah administrasi maupun kegiatan lainnya.

    Pintu juga terbuka lebar bagi relawan yang tidak berlatar belakang medis. Mereka bisa ikut membantu mengumpulkan donasi. Pasalnya, banyak petugas medis yang kekurangan logistik saat menangani pasien yang terjangkit virus korona.

    "Tenaga medis harus di-support vitamin, makanan, dan logistik lainnya," ujar Andre.

    Selain logistik untuk petugas medis, relawan bisa membantu menggalang dana bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang berimbas efek penyebaran virus korona. Mereka membutuhkan bantuan logistik karena tidak bisa bekerja seperti biasa.

    "Termasuk penyaluran makanan untuk menyalurkan bantuan yang ada dipercepat dan disebarluaskan," tutur Andre.

    Andre berharap kesadaran masyarakat timbul di tengah wabah korona. Relawan pun juga bisa membantu masyarakat yang di luar Ibu Kota.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus korona sebagai pandemi global. Virus ini pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, medio November 2019.
     
    Per Jumat, 20 Maret 2020, WHO mencatat ada 266.073 kasus positif korona di seluruh dunia. Sebanyak 32.000 kasus di antaranya merupakan pasien baru.

    Baca: Nadiem Undang Mahasiswa Jadi Relawan Pencegah Korona

    Virus dengan gejala flu, demam, dan sesak napas ini telah menyebabkan 11.184 kematian. Angka kematian naik 1.344 dalam sehari.

    Sementara itu, jumlah orang yang tertular virus korona di Indonesia per Sabtu, 21 Maret 2020, mencapai 450 pasien. Sebanyak 38 pasien meninggal, sedangkan 20 orang berhasil sembuh.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id