Sidomuncul

    30 Kali Diselenggarakan, Program Mudik Gratis Selalu Dinanti

    Gervin Nathaniel Purba - 30 Mei 2019 10:08 WIB
    30 Kali Diselenggarakan, Program Mudik Gratis Selalu Dinanti
    Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
    Jakarta: Mudik telah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Momen mudik biasanya terjadi menjelang perayaan hari besar keagamaan.

    Tahukah Anda? Ditinjau dari sejarahnya, mudik merupakan tradisi primordial masyarakat petani Jawa sejak sebelum era Kerajaan Majapahit. Para perantau rutin pulang ke kampung halaman untuk membersihkan makam para leluhur.

    Seiring perkembangan zaman, istilah mudik Lebaran mulai berkembang sekitar tahun 1970-an. Saat itu, Jakarta sebagai ibu kota menjadi satu-satunya kota yang tumbuh pesat. Kemajuan ekonomi dan lahan pekerjaan yang tampak menjanjikan, memicu urbanisasi. Masyarakat desa berbondong-bondong mencari rezeki di Jakarta.

    Mereka yang berhasil mendapatkan pekerjaan di Jakarta, biasanya hanya mendapatkan jatah libur panjang saat Lebaran. Itulah sebabnya Lebaran menjadi momen yang selalu dinanti untuk pulang ke kampung halaman.

    Dari tahun ke tahun, mudik membawa banyak cerita dan pengalaman. Tak sedikit orang yang mengalami pengalaman buruk. Mulai dari kesulitan mencari tiket, menjadi korban penipuan calo, hingga terbentur pada mahalnya harga tiket.

    Melihat problem tersebut, Sido Muncul hadir memberikan fasilitas mudik gratis. Semula, program Mudik Gratis Sido Muncul hanya diperuntukkan bagi pedagang jamu. Tak mesti menjual produk Sido Muncul, asalkan ia pedagang jamu boleh ikut program ini.

    Pada 2019, Sido Muncul kembali menyelenggarakan program Mudik Gratis. Kali ini, peserta bukan hanya pedagang jamu saja.  Ada pedagang asongan, pedagang pinggir jalan, dan pembantu rumah tangga.

    Istimewanya, tahun 2019 merupakan ke-30 kali Sido Muncul menggelar mudik gratis. Tema yang dipilih yakni Benelovence, yang berarti "niat baik."

    Program Mudik Gratis Sido Muncul yang pertama kali diselenggarakan pada 1991 itu dilatarbelakangi keprihatinan manajemen Sido Muncul melihat sulitnya pekerja di Jakarta yang ingin mudik. Tak mudah bagi mereka mencari kendaraan untuk mudik.

    Melalui program Mudik Gratis Sido Muncul, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para pedagang agar dapat mudik dengan nyaman dan aman untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman.

    "Mudik itu harus nyaman. Apalagi jalannya dan pengaturan lalu lintasnya sekarang sudah bagus. Saya ikut senang. Terlebih, ini menjadi mukjizat karena kami sudah menyelenggarakannya 30 kali berturut-turut," ujar Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, ditemui di SCBD, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.

    30 Kali Diselenggarakan, Program Mudik Gratis Selalu Dinanti 
    Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

    Pada 2019, program Mudik Gratis Sido Muncul memberangkatkan 12 ribu pemudik menggunakan 189 bus. Pelepasan pemberangkatan dilaksanakan pada Kamis, 30 Mei 2019, di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesiah (TMII), Jakarta Timur. Mudik Gratis Sido Muncul menempuh rute Cirebon, Kuningan, Yogyakarta, Solo, Purwokerto, dan Wonogiri.

    "Selain dari TMII, bus yang lain (111 bus) juga akan diberangkatkan dari Tangerang, Bogor, Sukabumi, Cikampek, dan Bandung," ujar Irwan. 

    Dalam pelaksanaan program Mudik Gratis, Sido Muncul bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pemerintah. Hanya saja, pada tahun ini Sido Muncul kesulitan mencari bus karena banyak institusi dan perusahaan BUMN yang juga menggelar program mudik gratis.

    Namun demikian, kendala itu bisa terjawab dengan tetap menghadirkan bus ternama berkualitas terbaik. Sekali lagi, kenyamanan bagi pemudik ditekankan oleh Irwan dalam pelaksanaan program Mudik Gratis Sido Muncul.

    Bukan tanpa alasan Irwan begitu menekankan soal pentingnya kenyamanan. Filantropis ini punya pengalaman pribadi kurang menyenangkan saat mudik ke Yogyakarta dan Semarang, beberapa tahun silam. Mudik terasa kurang nyaman akibat kondisi sarana transportasi tidak memadai dan macet di sepanjang perjalanan.

    "Sekarang, jalan tol (Trans Jawa) sudah ada dan yang mengatur (lalu lintas) juga pintar," katanya.

    Irwan memprediksi, peserta mudik pada tahun-tahun berikutnya akan menurun. Sebab, pembangunan infrastruktur mulai merata di sejumlah daerah. 

    "Sekarang, orang ke Jakarta karena di daerahnya tidak banyak peluang pekerjaan. Kalau semua sudah merata, orang akan tetap tinggal di daerah," kata Irwan.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id