Heli Pengangkut Air Bombardir Api di Tanah Abang

    Anggi Tondi Martaon - 22 Mei 2019 15:56 WIB
    Heli Pengangkut Air Bombardir Api di Tanah Abang
    Heli pengangkut air dikerahkan memadamkan api di Tanah Abang, Jakpus. Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon.
    Jakarta: Helikopter pengangkut air diterjunkan dalam penanganan unjuk rasa penolakan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Angkutan udara itu bertugas memadamkan api di Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

    Pantauan Medcom.id, Rabu, 22 Mei 2019, helikopter itu wara-wiri dari danau Restoran Nusa Dua di Jalan Gatot Subroto menuju kawasan Tanah Abang. Kegiatan itu berlangsung semenjak pukul 13.00 WIB.

    Helikopter dikerahkan untuk memadamkan kobaran api dari ban bekas yang dibakar sejumlah pengunjuk rasa di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang.  Siraman air menimbulkan asap pekat.

    Hingga pukul 15.30 WIB, aktivitas tersebut masih terus dilakukan. Setiap 5 menit, helikopter bolak-balik mengambil air dari danau Restoran Pulau Dua menuju Tanah Abang.

    Kericuhan memang masih terjadi di kawasan Tanah Abang. Salah satunya di wilayah Petamburan. Aparat kepolisian masih terus berusaha membubarkan massa anarkis. 

    Pantauan Medcom.id, kericuhan terpusat di Jalan Brigjen Katamso menuju Jalan KS Tubun. Ratusan polisi membentuk barikade mencegah kerumunan massa mendekat ke arah gedung perkantoran di sepanjang Jalan Brigjen Katamso menuju jalan Gatot Subroto. 

    Selain membakar ban, massa yang ricuh juga terlihat terus melempari aparat dengan batu. Lemparan batu massa dibalas aparat dengan tembakan gas air mata pekat. 

    Hingga berita ini ditulis, kepulan asap hitam pekat masih membumbung di jalan Brigjen Katamso. Jalan di sekitar lokasi masih lumpuh total. 

    Polri membeberkan kronologi aksi massa yang berujung kerusuhan di Petamburan, Jakarta Pusat, dan Slipi, Jakarta Barat. Insiden bermula dari kemunculan ratusan orang yang diduga sengaja dipersiapkan untuk memantik kericuhan.

    Baca: Kericuhan di Petamburan Masih Berlangsung

    Kepala Divisi Humas Polri M Iqbal menjelaskan sejumlah massa yang berunjuk rasa menolak hasil pemilu di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Selasa, 21 Mei 2019, mengakhiri aksi dengan kondusif. Aksi yang berlangsung pagi hingga malam itu ditutup dengan salat Tarawih berjemaah.

    Namun sekira pukul 02.45 WIB, lanjut Iqbal, ada sekelompok massa yang datang. Sebanyak 200 orang diketahui telah berkumpul di Jalan KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat.

    "Seketika itu juga massa bergerak ke Asrama Polri di Petamburan dan menyerang menggunakan batu, molotov, petasan, dan botol yang ada. Ada piket di sana dan campur dengan polisi lain dan dihalau dengan gas air mata," ujar Iqbal.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id