Indonesia Menuju Revolusi Pertahanan 4.0

    Ilham Pratama Putra - 02 April 2019 06:09 WIB
    Indonesia Menuju Revolusi Pertahanan 4.0
    Tank Harimau jagoan baru Pindad. Medcom.id/M. Bagus Rachmanto
    Jakarta: Calon Presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan serius soal pertahanan negara. Berbagai peningkatan telah dilakukan, baik dalam hal alat utama sistem senjata (alutsista), pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga investasi pertahanan.

    Pengamat pertahanan Universitas Indonesia, Yandry Kurniawan mengatakan, apa yang disampaikan Jokowi dalam debat keempat capres itu merupakan langkah besar. Indonesia Menuju Revolusi Pertahanan 4.0.

    "Saya rasa cita-citanya juga ke arah sana. Ada tahapan yang sudah harus dibangun," kata Yandry di Kantor CSIS, Jakarta, Senin 1 April 2019.

    Dia mengatakan Indonesia sudah pada level meningkatkan produksi dan mencari pasar. Masih banyak tahapan yang harus dilalui.

    "Itulah resikonya industri pertahanan, kan pasar senjata pada dasarnya pembelinya satu negara. Selama demand supply senjata itu belum rapih, masalahnya akan seperti itu. Kita bisa memproduksi dulu, abis produksi, ada pasar, ada pasar baru kemudian ada inovasi segala macam," ungkapnya.

    Disisi lain, pertahanan secara digital juga sudah dikembangkan. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) jadi andalan Indonesia.

    "Kalau concern untuk cyber security udah sangat jelas, dengan adanya BSSN itu kan. Jamannya udah jaman digital, dan melawan jaman itu hal yang susah," pungkas Yandry.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id