Ma'ruf Dorong Pesantren Terus Cetak Agamawan dan Negarawan

    Arga sumantri - 16 Februari 2019 13:12 WIB
    Ma'ruf Dorong Pesantren Terus Cetak Agamawan dan Negarawan
    Cawapres Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta, Jabar. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri.
    Jakarta: Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mendorong pondok pesantren melahirkan santri-santri berkualitas. Dia berharap pesantren bisa terus berkontribusi melahirkan tokoh agama dan negara.

    Ma'ruf mengatakan pesantren memiliki posisi yang strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ulama dan pesantren juga punya andil besar dalam berdirinya Republik Indonesia

    "Pesantren ini didirikan oleh para ulama sejak sebelum merdeka sampai merdeka karena para ulama merasa penting untuk menyiapkan rijaluddin dan rijaluddaulah, tokoh agama dan tokoh negara," kata Ma'ruf di Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu, 16 Februari 2019. 

    Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan pesantren penting untuk terus melahirkan tokoh agama karena para ulama sebagai pewaris nabi tidak selamanya hidup. Santri harus menjadi pengganti ulama-ulama tersebut, sehingga bisa mengawal paham Ahlussunnah wal Jamaah.

    Terlebih, kata Ma'ruf, saat ini banyak paham-paham yang menyesatkan umat yang datang dari luar. Bila tidak dijaga dan dikawal, paham-paham tersebut bisa mengacaukan kehidupan berbangsa.

    "Bagaimana kalau sampai tidak ada gantinya? Kalau sampai tidak ada satu alim pun kata Rasulullah, orang akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Mereka akan sesat menyesatkan," ujarnya. 

    Baca: Risma Sebut Peran Santri Penting untuk NKRI

    Pesantren juga penting melahirkan tokoh negar karena saat ini terdapat kelompok-kelompok yang ingin mengganti negara ini sebagai negara khilafah. Padahal, menurut dia, Indonesia adalah negara kesepakatan (darul mitsaq), sebagai negara berideologi Pancasila dan berdasarkan UUD 1945.

    "Makanya santri selain menjadi rijaluddin juga harus menjadi rijaluddaulah, tokoh bangsa," kata mantan Rais Aam PBNU itu. 

    "Makanya santri selain menjadi rijaluddin (tokoh agama) juga harus menjadi rijaluddaulah (tokoh agama), tokoh bangsa," kata mantan Rais Aam PBNU itu. 






    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id