Elemen Buruh Dikorek Soal Vandalisme

    Siti Yona Hukmana - 02 Mei 2019 13:11 WIB
    Elemen Buruh Dikorek Soal Vandalisme
    Aksi vandalisme saat peringatan Hari Buruh Internasional 2019 di Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Polda Metro Jaya tengah mengusut aksi vandalisme yang dilakukan sekelompok massa berbaju hitam-hitam di tengah aksi peringatan Hari Buruh atau May Day, Rabu, 1 Mei 2019 kemarin. Elemen buruh pun akan dimintai keterangan.

    "Iya kita akan minta keterangan koordinator massa buruh, sekarang masih diselidiki," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2019.

    Argo mengatakan pihaknya juga akan memeriksa saksi-saksi lain. Salah satunya, dari PT Transportasi Jakarta. Perusahaan pengelola bus TransJakarta itu sudah melaporkan kasus ini ke polisi. 

    "Semua pihak terkait pasti akan kita mintai keterangan," ujar Argo.

    Goresan hitam di separator beton pembatas jalan mencoreng peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi vandalisme itu bertuliskan "Rakyat Anti Kapitalisme May Day Rezim Fasis."

    Pantauan Medcom.id, lokasi vandalisme berada di bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) arah Istana Negara tepatnya di dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi itu dilakukan siang hari.

    Di sebelah separator itu, massa dari Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) berunjuk rasa. Belum diketahui siapa pelaku vandalisme fasilitas publik tersebut. 

    PT TransJakarta mengecam aksi ini. TransJakarta berharap polisi dapat menangkap pelaku. 

    "Aset-aset yang dirusak adalah aset milik publik dan digunakan bersama sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk selalu menjaga dan memeliharanya," kata Direktur Utama TransJakarta Agung Wicaksono, Rabu, 1 Mei 2019.

    Baca: Anarko Sindikalism Diduga Provokator Rusuh Aksi Buruh

    Sementara itu, Kapolri Jendral Tito Karnavian menyebut kerusuhan pada peringatan Hari Buruh Internasional kemarin diduga diprovokatori kelompok eksternal. Kerusuhan diduga diinisiasi kelompok Anarko Sindikalism.
     
    "Ada satu kelompok yang namanya Anarko Sindikalism dengan simbol A. Ini bukan kelompok fenomena lokal tapi fenomena internasional," kata Tito.
     
    Dia menyebut kelompok tersebut sengaja memberikan doktrin kepada buruh. Buruh diminta menentang sistem pekerja yang ada serta menekankan pekerja tidak bisa diatur seenaknya oleh perusahaan.


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id