Jokowi Ikuti Alur Penyuntikan Sesuai SOP Kemenkes

    Nur Azizah - 12 Januari 2021 20:41 WIB
    Jokowi Ikuti Alur Penyuntikan Sesuai SOP Kemenkes
    Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
    Jakarta: Presiden Joko Widodo bakal disuntik vaksin covid-19 Rabu, 13 Januari 2021. Vaksinasi akan digelar di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada pukul 10.00 WIB.

    Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, mengatakan Jokowi bakal mengikuti mekanisme vaksinasi sesuai operasional prosedur (SOP). Ini pernah ia simulasikan saat berkunjung ke puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat, pada 18 November 2020 lalu.

    "Mekinisme SOP seperti standar di puskesmas tempo hari," kata Heru kepada wartawan, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Januari 2021.

    Kementerian Kesehatan telah menentukan alur pelayanan vaksinasi covid-19. Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

    "Mekanisme/alur pelayanan ini berlaku di puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya maupun pos pelayanan vaksinasi di mana pun," isi Bab Aturan Pelayanan Vaksinasi tersebut.

    Pemberian vaksinasi terdiri dari empat alur. Pertama, petugas memanggil penerima vaksinasi ke meja satu sesuai dengan nomor urutan kedatangan.

    Petugas akan memeriksa nomor tiket elektronik (e-ticket) dan/atau KTP untuk dilakukan verifikasi sesuai dengan tanggal pelayanan vaksinasi yang telah ditentukan. Kemudian, verifikasi data dilakukan dengan menggunakan aplikasi Pcare Vaksinasi atau secara manual.

    "Kedua, petugas kesehatan melakukan anamnesa untuk melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta (komorbid) serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh dan tekanan darah," bunyi aturan tersebut.

    Baca: Surabaya Bersiap Suntikkan 33.420 Dosis Vaksin Covid-19

    Vaksinasi tidak diberikan pada sasaran yang memiliki riwayat konfirmasi covid-19, wanita hamil, menyusui, usia di bawah 18 tahun, dan beberapa kondisi komorbid. Data skrining tiap sasaran langsung diinput ke aplikasi Pcare Vaksinasi oleh petugas.

    Berdasarkan data yang dimasukkan, aplikasi akan mengeluarkan rekomendasi hasil skrining berupa sasaran layak divaksinasi (lanjut), ditunda atau tidak diberikan. Jika diputuskan pelaksanaan vaksinasi harus ditunda, maka petugas menyampaikan kepada sasaran bahwa akan ada notifikasi ulang melalui short massage service (sms) blast atau melalui aplikasi peduli lindungi untuk registrasi ulang dan menentukan jadwal pengganti.

    Sementara penerima yang dinyatakan sehat diminta untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Ketiga, petugas memberikan vaksinasi secara intra muskular sesuai prinsip penyuntikan aman. Petugas menuliskan nama penerima, NIK, nama vaksin dan nomor batch vaksin pada sebuah memo. Memo diberikan kepada sasaran untuk diserahkan kepada petugas di tahap selanjutnya.

    Keempat, petugas memasukkan hasil vaksinasi, yaitu jenis vaksin dan nomor batch vaksin yang diterima masing-masing sasaran ke dalam aplikasi Pcare Vaksinasi. Petugas memberikan kartu vaksinasi, manual dan/atau elektronik, serta penanda kepada sasaran yang telah mendapat vaksinasi.

    Selanjutnya, petugas mencetak kartu vaksinasi elektronik melalui aplikasi Pcare Vaksinasi. Kartu tersebut ditandatangi dan diberi stempel lalu diberikan kepada penerima sebagai bukti bahwa sasaran telah diberikan vaksinasi.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id