BPIP Gandeng PHDI Berkolaborasi Membumikan Pancasila

    Gervin Nathaniel Purba - 12 Mei 2021 16:27 WIB
    BPIP Gandeng PHDI Berkolaborasi Membumikan Pancasila
    Ketua Umum PHDI Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya bersama Kepala BPIP Yudian Wahyudi. (Foto: Dok. BPIP)



    Jakarta: Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) untuk berkolaborasi dalam membumikan Pancasila. Kolaborasi itu dinilai bisa lebih mudah membumikan nilai Pancasila dan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa saat ini. 

    "Untuk menyelesaikan persoalan ini tak mungkin dikerjakan sendiri-sendiri. Harus dilakukan bersama-sama," kata Anggota Dewan Pengarah BPIP Sudhamek Agoeng, saat memberi sambutan di acara Silaturahmi Ramadam BPIP dengan PHDI, di Lapangan Tembak Ksatria Kopassus, Cijantung, Jakarta, dikutip keterangan tertulis, Rabu, 12 Mei 2021.

     



    Sudhamek mengatakan, ada tiga pintu masuk yang bisa ditindaklanjuti antara BPIP dan PHDI setelah silaturahmi ini. 

    Tiga pintu masuk itu adalah kemanusiaan atau kebhinekaan, pendidikan, dan sosial ekonomi. Pendekatan pendidikan adalah yang dianggap kuat untuk mengubah paradigma manusia.

    Dari paradigma yang destruktif menjadi paradigma yang baik seperti gotong royong. 

    "Tiga pintu itu pada intinya akan menuju ruang yang sama yaitu, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Sila yang relevan kita wujudkan," kata Sudhamek. 

    Harapan yang sama disampaikan Try Soetrisno, selaku Anggota Dewan Pengarah BPIP. Kata dia, ada dua tantangan yang dihadapi bangsa saat ini. Yaitu tantangan dari internal dan eksternal. 

    Tantangan dari internal antara lain soal perbedaan. Kunci untuk mengatasinya adalah bagaimana menjadikan perbedaan bukan sesuatu yang bertentangan tapi keindahan. 

    Karena itu, Wakil Presiden RI ke-6 ini mengapresiasi kerja BPIP yang menggelar silaturahmi dengan berbagai kalangan termasuk dengan PHDI. 

    Menurut dia silaturahmi artinya pertemuan dalam percintaan. "Ini suatu cerminan praktek hidup berpancasila. Agar kondisi seperiti ini dikobarkan dengan berbagai macam kelompok dan cara," katanya. 

    BPIP Gandeng PHDI Berkolaborasi Membumikan Pancasila
    (Kepala BPIP Yudian Wahyudi. Foto: Dok. BPIP) 

    Kepala BPIP Yudian Wahyudi menjelaskan bagaimana pentingnya mengelola perbedaan. Kata dia, dulu ada sebuah negara adi kuasa. 

    Punya wilayah yang luas dan teknologi militer yang canggih. Tapi usia negara ini tidak semapai berapa tahun. Negara ini runtuh tanpa berperang. 

    Mengapa runtuh? Salah satu faktornya ada tidak adanya Bhineka Tunggah Ika. "Di negara itu semua warga negaranya diseragamkan. Ini bertentangan dengan kodrat kemanusiaan," kata Yudian. 

    Mantan Rektor UIN Yogyakarta ini mengatakan Indonesia beruntung memiliki Pancasila. Dengan Pancasila, siapa pun disantuni dan diakui dengan berbagai macam pluralitas dan kemajemukan. 

    Sementara itu, Ketua Umum PHDI Mayjen TNI  (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan mengapresiasi kunjungan silaturahmi BPIP. Dia mengaku siap berkolaborasi dalam membumikan nilai-nilai Pancasila. 

    "Pancasila sebagai dasar negara harus dipegang erat seperti burung garuda mencengkram," kata Wisnu. 

    Menurut dia, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Tak perlu dipertentangkan. Tapi dirawat agar menjadi  taman yang penuh bunga warna-warni. 

    "Saya ingin mengajak untuk diteruskan ke seluruh rakyat  Indonesia untuk saling menghormati satu sama yang lain," ucapnya.






    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id