Pengetatan 5M, Respons Paling Tepat Hadapi Varian Baru Virus Korona

    Antara - 03 Maret 2021 23:23 WIB
    Pengetatan 5M, Respons Paling Tepat Hadapi Varian Baru Virus Korona
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Varian baru virus korona B.1.1.7 sudah masuk Indonesia. Varian ini disebut memiliki tingkat penularan lebih tinggi dari virus korona yang sudah beredar di Indonesia. 

    Meski begitu, Epidemiolog Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, dr Riris Andono Ahmad, mengatakan pengetatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengindari kerumunan, dan membatasi pergerakan) merupakan solusi paling ampuh merespon masuknya jenis mutasi baru itu.






    "Masyarakat harus merespons mutasi virus korona dengan pengetatan penerapan protokol kesehatan. Dan tetap melakukan 5M dengan konsisten," ujar Riris, dikutip dari Antara, Rabu, 3 Maret 2021.

    Pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono menilai masyarakat harus mengetahui di mana kasus mutasi virus itu ditemukan. "Kan cuma dua kasus. Pemerintah harus memberitahu supaya hati-hati," kata Tri Yunis.

    Menurut dia, pemerintah harus segera mengisolasi warga yang terkena mutasi virus itu, kemudian melakukan kontak tracing terhadap kasus tersebut. Semua orang yang sempat berhubungan dengan dua pasien harus diperiksa.

    Pemeriksaan genetik juga penting. Kalau sudah dianggap menyebar, segera lakukan pembatasan sosial terhadap masyarakat di sekitar itu. Tri Yunis mengatakan masyarakat tidak perlu panik berlebihan.

    "Masyarakat jangan terburu-buru panik. Tunggu hasil investigasi kasus oleh pemerintah," kata dia.

    Baca: 2 TKI Karawang Terpapar Varian Baru Covid-19 Sudah Sehat

    Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah membuat langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus ini. Kemenkes mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan.

    "Tentunya penguatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Deteksi dini dengan penguatan testing, peningkatan pelacakan kasus, dan isolasi," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P, Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.

    Dia menjelaskan, vaksin yang sekarang digunakan pemerintah masih efektif untuk mencegah penularan mutasi virus itu. Meski pemerintah sedang mempercepat vaksinasi, dia berharap masyarakat juga semakin meningkatkan kewaspadaan.

    Siti Nadia mengatakan satu-satunya cara untuk mencegah penularan virus adalah dengan protokol kesehatan plus mengindari kerumuman dan membatasi mobilitas. "Virus ini lebih cepat menular, tapi tidak menyebabkan bertambah parahnya penyakit," kata Nadia.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id