Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman Sebelum Diberikan ke Masyarakat

    Dhika Kusuma Winata - 07 Oktober 2020 03:29 WIB
    Vaksin Covid-19 Dipastikan Aman Sebelum Diberikan ke Masyarakat
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pemerintah menargetkan vaksin covid-19 tersedia dan terjangkau untuk masyarakat pada 2021. Pemerintah sedang berupaya menyelesaikan uji klinis vaksin yang akan disuntikkan pada jutaan masyarakat Indonesia.

    Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, memastikan vaksin yang akan disuntikkan ke masyarakat sudah melalui beberapa tahap uji klinis hingga dinyatakan aman. Baik itu yang dikembangkan bekerja sama dengan negara lain maupun vaksin Merah Putih.

    "Vaksin yang nantinya masuk ke Indonesia harus dipastikan secara data dan penelitian aman bagi masyarakat. Pengembangan vaksin umumnya butuh waktu dan proses yang cukup panjang," ujar Wiku di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Tahapan pengembangan vaksin dimulai dari penelitian dasar. Para ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains biomedis. Vaksin kemudian akan dibuat dalam jumlah terbatas untuk bisa memasuki uji praklinis dan uji klinis tahap 1, 2, dan 3.

    Dalam tahap uji praklinis dilakukan studi sel di laboratorium, yaitu studi in vitro dan in vivo untuk mengetahui keamanan bila diujikan kepada manusia. Setelah itu, vaksin baru memasuki uji fase 1 di mana vaksin diberi kepada sekelompok kecil orang untuk melihat respons imunitas dan kekebalan yang dipicu.

    Baca: Pemerintah Memastikan Vaksin Covid-19 Tersedia Hingga 2022

    Pada fase 2, vaksin diberikan kepada ratusan orang, sehingga para ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang dosis yang tepat. Lalu, pada fase 3, vaksin diberikan kepada ribuan orang untuk memastikan keamanannya, termasuk efek samping yang jarang terjadi dan keefektifannya.

    "Uji coba ini melibatkan kelompok kontrol yang diberi plasebo, artinya kelompok kontrol adalah masyarakat yang disuntik tapi tidak dengan vaksin," ujar Wiku.

    Wiku menjelaskan melalui uji klinis, ilmuwan dapat mengetahui apakah vaksin menimbulkan efek samping atau tidak. Sebab, belum ada vaksin covid-19 yang lulus uji klinis tahap 3, sehingga kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin terus dilakukan.

    Proses uji klinis pengembangan vaksin covid-19 yang dilakukan Indonesia melalui Bio Farma dan Sinovac sudah memasuki fase 3 di Bandung. Uji klinis yang dilakukan Kimia Farma dan G42 Uni Emirat Arab juga sudah memasuki fase 3 dengan target subjek 22 ribu orang. Terakhir, uji klinis yang dilakukan PT Kalbe Farma dan Genexine Korea baru memasuki fase 1 dan 2A di Korea dengan 60 subjek.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id