1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Selesai Didistribusikan

    Nur Azizah - 07 April 2021 12:54 WIB
    1,1 Juta Vaksin AstraZeneca Selesai Didistribusikan
    Juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.



    Jakarta: Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca selesai didistribusikan. Ada tujuh provinsi yang menerima vaksin asal Inggris itu.

    Tujuh provinsi itu ialah DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Maluku. Percepatan distribusi dilakukan agar vaksin tak kedaluwarsa.






    "Sudah semua kita didistribusikan sebanyak 1,1 juta dosis," kata juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 7 April 2021.

    Selain didistribusikan ke tujuh provinsi, vaksin AstraZeneca disuntikkan ke TNI dan Polri. Namun, Nadia tak memerinci jumlah dosis yang diberikan per provinsi, TNI, dan Polri.

    Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengebut distribusi vaksin AstraZeneca. Pasalnya, vaksin dari Inggris ini memiliki masa kedaluwarsa Mei 2021.

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan percepatan penyuntikan ini untuk mengejar target 500 ribu per hari. Jadi 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca bisa terserap dengan cepat.

    Budi mengakui masih ada kendala terkait target vaksinasi 1 juta per hari, salah satunya ketersedian vaksin. Suplai vaksin yang dibutuhkan, yakni 365 juta suntik untuk 181,5 juta orang kalau rata-rata penyuntikan satu juta sehari.

    Jumlah vaksin di Januari-Februari hanya ada 3 juta dosis sehingga vaksin tidak akan dihabiskan dalam satu hari 1 juta vaksin. Itu sebabnya, secara perlahan pace (kecepatan) vaksinasi disesuaikan dengan ketersediaan vaksin.

    Baca: Suplai Berkurang, Menkes Atur Ulang Distribusi Vaksin Covid-19

    Dari Januari sampai Maret perlahan dinaikkan target vaksinasi ke 100 ribu per hari agar 3 juta dosis selesai dalam 6 minggu. Untuk Maret dan April ada 15 juta per bulan, jika dibagi 30 hari maka 500 ribu per hari

    "Barulah di Mei sampai Juni naik ke 25 juta dosis, sehingga bisa dilakukan penyuntikan sampai 750 ribu per hari. Mulai Juli itu 50 juta, sehingga bisa dilakukan penyuntikan 1,5 juta per hari," kata Budi.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

    https://youtu.be/BxExvZ7vBA4

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id