Kedisiplinan Masyarakat Memakai Masker Menurun

    Atalya Puspa - 18 September 2021 18:57 WIB
    Kedisiplinan Masyarakat Memakai Masker Menurun
    Ilustrasi masker. Medcom.id



    Jakarta: Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat penurunan kedisiplinan memakai masker di masyarakat. Masyarakat diminta tetap berhati-hati di tengah penurunan kasus covid-19.

    Penurunan tertinggi terjadi di Jakarta dari 95 persen ke 90 persen, Jawa Barat turun dari hampir 92 persen ke 89,5 persen, dan Jawa Tengah turun dari 89 persen ke 86,5 persen. Kemudian Daerah Istimewa Yogyakarta turun dari 93,6 persen ke 91,6 persen dan Jawa Timur turun dari 94 persen ke 91,4 persen.

     



    “Jadi, kita harus tetap hati-hati, tetap pakai masker, dan jangan lupa segera vaksinasi,” kata Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dalam keterangan resmi, Sabtu, 18 September 2021.

    Masyarakat juga diminta tetap berikhtiar dengan memakai masker secara benar hingga menutupi bagian hidung dan mulut. Mulai dari batang hidung sampai ke ujung dagu sesuai anjuran Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku.

    Apabila dengan hanya satu masker masih terlihat ruang atau celah besar, masyarakat diminta menggunakan masker ganda. “Selain meningkatkan filtrasi, masker kain yang dipakai melapisi masker medis berfungsi mempererat masker agar menempel sesuai bentuk wajah kita masing-masing,” jelas Reisa.

    Dia juga mengajak warga di wilayah pemberlakuan penerapan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2, seperti di Kabupaten Serang, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Garut membiasakan budaya menggunakan fasilitas cuci tangan yang tersebar hampir di seluruh pelosok kota dan kabupaten. Reisa menyebut tempat cuci tangan di tempat umum bukan hiasan, dekorasi, atau ornamen ruang publik.

    "Melainkan untuk memastikan kita dapat membunuh virus dan kuman lainnya di tangan kita, setiap saat dan sesering mungkin. Dengan demikian, penularan dapat ditekan semaksimal mungkin,” tegas dia.
     
     

    Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa-Bali Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan tren kasus konfirmasi harian secara nasional mengalami penurunan. Secara spesifik, di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncak pada 15 Juli 2021.

    Reisa menyebut catatan pemerintah pusat pada minggu kedua September 2021 juga menunjukkan jumlah kasus aktif turun di bawah 100.000 kasus. Bahkan pada penerapan PPKM hingga minggu lalu, pemerintah menurunkan status Provinsi Bali dari level 4 menjadi level 3.

    “Tentu ini progres yang sangat menggembirakan, tapi kehati-hatian juga harus dijaga,” ujar Reisa.

    Reisa mengatakan wilayah aglomerasi, seperti Jabodetabek, Bandung Raya, Semarang Raya, Solo Raya, serta Gerbang Kertasusila di Jawa Timur, tidak dapat sendirian bekerja mempertahankan status level 2. Berdasarkan pengamatan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) serta mitra kerja, seperti UNICEF dan WHO Indonesia, perkembangan kasus covid-19 di Kota Jakarta Pusat, Kota Semarang, dan Kota Bandung sangat ditentukan wilayah satelit.

    Misalnya, Depok dan Bogor untuk Jakarta, Kendal dan Kabupaten Semarang untuk Semarang, dan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cimahi dan Cianjur untuk Bandung.

    “Contohnya di Semarang, masih rendahnya mobilitas malam hari juga diperlihatkan di Kendal. Sedangkan aktivitas malam di Bandung juga sangat terpengaruh pergerakan warga sekitarnya, termasuk warga Jakarta yang masuk ke Bandung,” terang Reisa.

    Reisa menekankan perlu menghindari sikap egois dalam bermobilitas, terutama malam hari. Masyarakat diajak melakukan skrining pribadi dengan mengajukan tiga pertanyaan mudah kepada diri sendiri sebelum bepergian.
     
     

    “Satu, apakah saya fit untuk lakukan perjalanan ini? Dua, apakah penting sekali tujuan perjalanan saya ini? Tiga, apakah sangat mendesak untuk membawa orang lain atau menemui orang lain dalam perjalanan nanti?” saran Reisa.

    Apabila ketiga pertanyaan tersebut dijawab dengan ya atau jawabannya positif, Reisa menyarankan selalu memperhatikan VDJ—ventilasi, durasi, jarak. “Utamakan pergi ke ruang terbuka atau berventilasi baik, persingkat durasi, perpendek jarak tempuh,” kata dia.

    Reisa juga sangat menyarankan warga wilayah level 2 bertemu di ruang publik yang sudah memberlakukan aplikasi PeduliLindungi. Panduan bertemu di ruang publik sudah pernah diproduksi oleh BNPB dan Satgas Penanganan Covid-19.

    Dia mengingatkan kelengahan melonggarkan disiplin akan mengarah ke naiknya level PPKM, yang berujung penutupan ruang publik, seperti mal dan bioskop yang minggu ini baru dibuka kembali di wilayah level 2. Selain itu juga ditundanya pembelajaran tatap muka yang diujicobakan sejak 30 Agustus 2021.

    “Jangan sampai noda setitik, rusak susu sebelanga. Karena lalai satu, dua orang, seluruh warga sampai anak kita yang sedang gembira sekolah lagi, jadi sengsara karena kita. Yuk bisa, untuk Indonesia,” ajak Reisa.

    Baca: Pemerintah Berupaya Keras Bentengi Indonesia dari Gelombang Ketiga Covid-19
     

    (REN)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id