Keluarga Bersikeras Bertahan hingga Korban Ditemukan

    Siti Yona Hukmana - 24 Januari 2019 21:37 WIB
    Keluarga Bersikeras Bertahan hingga Korban Ditemukan
    Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air bertahan di posko Hotel Ibis Slipi, Jakarta. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
    Jakarta: Keluarga dari 64 korban Lion Air PK-LQP yang belum teridentifikasi masih menunggu kabar dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Mereka berharap bisa pulang membawa korban. 

    Salah satu keluarga korban, Tuti, menunggu kabar anak sulungnya, Irfanul Fiantoro, ditemukan. Ia tak mau meninggalkan posko sebelum jasad anaknya teridentifikasi.

    "Kami di sini sampai korban teridentifikasi," kata Tuti kepada Medcom.id di Hotel Ibis Slipi, Jakarta Barat, Kamis,24 Januari 2019.

    Tuti datang bersama suaminya Martono di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, sejak awal Lion Air jatuh. Dia bertahan hingga posko di Ibis Cawang dipindahkan ke Ibis Slipi, Jakarta Barat.

    Hal sama terjadi dengan keluarga korban lainnya. Irvan Arfandi yang datang dari Bangka Belitung mengaku akan pulang ketika saudaranya telah ditemukan.  

    Dalam kejadian ini, satu keluarga dari keponakan Irvan tewas. Mereka adalah Rizal Gilang Perkasa Sanusi Putra (suami), Wita Seriani (istri), dan Kyara Aurine Daniendra Giwitri (anak).  

    Kyara adalah bayi usia 8 bulan yang telah berhasil diidentifikasi. Namun, Rizal dan Wita hingga saat ini belum teridentifikasi.

    Baca: Lion Air Sewa Hotel Ibis Slipi Sebulan

    "Saya di sini menunggu keponakan. Ketika ditemukan,  kita bawa pulang," ujar Irvan.

    Raja Umar juga demikian. Laki-laki asal Solok, Sumatra Barat ini akan pulang ketika kakak kandungnya, Reo Yumitro, 37, ditemukan. Ia mengatakan akan turut mencari kakaknya menggunakan biaya sendiri.

    "Saya di sini sampai abang saya ditemukan. Saya mau mencari mandiri pakai uang sendiri. Sampai maksimal saya cari," tekan laki-laki berdarah Minang itu. 

    Pesawat Lion Air PK-LQP dari Bandara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, jatuh di Tanjung Karawang, Senin, 29 Oktober sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat mengangkut 189 penumpang dewasa, satu anak-anak, dan dua bayi serta dua pilot dan lima awak kabin. 

    Sebanyak 125 penumpang telah teridentifikasi. Korban yang sudah teridentifikasi telah dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, 64 penumpang belum teridentifikasi.






    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id