Tim Pora Dimasifkan Pasang Mata Pantau Orang Asing

    Renatha Swasty - 19 Januari 2019 10:02 WIB
    Tim Pora Dimasifkan Pasang Mata Pantau Orang Asing
    Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F. Sompie - Medcom.id/Renatha Swasty
    Jakarta: Direktorat Jenderal Imigrasi terus memasang mata untuk orang asing yang tinggal atau sedang berada di Indonesia. Lewat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) ekspatriat dipantau penuh. 

    Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F. Sompie mengungkapkan pihaknya secara khusus membentuk Tim Pora untuk mengawasi orang asing yang ada di tanah air. Saat ini sudah ada 1.988 tim yang tersebar di 84 kota, 276 kabupaten, dan 1.628 kabupaten. 

    “Kenapa banyak di kecamatan? karena potensi kecamatan ada Polsek dengan Bhabinkamtibmasnya dan Koramil dengan Babinsanya, tiga serangkai dengan kepala desa membangun informasi. Karena basis informasi ada di ketua RT/RW,” tutur Ronny saat berkunjung di Metro Tv, Jumat, 18 Januari 2019. 

    Ronny mengungkapkan pembentukan tim ini efektif untuk memantau orang asing. Sebab, ada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan, di mana tamu yang datang ke kelurahan/desa lebih dari 24 jam harus melapor ke RT/RW. 

    “Termasuk orang asing, termasuk orang asing di perusahaan,” tutur dia. 

    Dari informasi inilah, kata dia, dapat diketahui bila ada orang asing yang tinggal. Kalaupun tidak melapor, tim bisa menanyakan pada yang bersangkutan. 

    Ronny mengakui, pemeriksaan dokumen tinggal oleh orang asing tidak bisa dilakukan selain oleh pejabat imigrasi. Karena itu, tim hanya perlu mencatat bila ada orang asing yang tinggal. 

    (Baca juga: Menaker: Jumlah Tenaga Kerja Asing di Indonesia dalam Batas Wajar)

    “Nggak perlu periksa dokumen paspor tapi yang ditanya punya KTP nggak. Kalau nggak punya berarti orang asing, tinggal kita catat. Kalau mau dalami (orang asing yang mencurigakan) bisa lapor ke kantor imigrasi terdekat,” papar dia. 

    Dari laporan itu, nantinya tim imigrasi yang bakal melakukan pengecekan. Imigrasi pula yang bisa menentukan orang asing melanggar aturan atau tidak. 

    Ronny menyebut pembentukan Tim Pora bakal terus dilakukan hingga kecamatan di seluruh Indonesia yang berjumlah 7.024 memiliki tim pengawas. Dia mengaku mendorong kepala kantor imigrasi dan kepala divisi kanwil membentuk tim disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. 

    "Paling tidak kecamatan dan kabupaten yang ada orang asing yang bisa datang ke situ entah untuk pariwisata, bekerja, belajar atau hidup. Itu setidaknya kita wajibkan mereka untuk bentuk Tim Pora," jelas dia. 

    Kendati begitu, Ronny menyebut, tim ini bisa sukses bila semua pihak bekerja sama. Dia megakui masih ada di daerah-daerah yang belum mau melapor bila ada orang asing mencurigakan. 

    Mungkin, karena sungkan atau belum ada jalur komunikasi yang terjalin baik. Dengan pembentukan tim ini, Ronny yakin, masalah-masalah seperti itu bisa diminimalisir. 

    "Mungkin ini yang akan lebih memudahkan mereka membangun komunikasi yang baik jadi sama-sama mendapat keuntungan dan manfaat," pungkas dia.

    (Baca juga: Jokowi Tegaskan Pekerja Asing Tak Sampai 1%)





    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id