• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemerintah Diminta Mewaspadai Banjir Bandang di Palu

Putri Anisa Yuliani - 11 Oktober 2018 18:46 wib
Kehancuran akibat gempa dan tsunami di kota Palu, Sulawesi
Kehancuran akibat gempa dan tsunami di kota Palu, Sulawesi Tengah, 30 September 2018. Foto AFP

Jakarta: Pemerintah diminta mewaspadai potensi banjir pascagempa bumi di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Curah hujan dengan intensitas tinggi akan melanda Indonesia termasuk Palu pada November 2018.
 
Peneliti hidrometeorologi Badan Informasi Geospasial (BIG) Yosef Prihanto mengatakan potensi bencana banjir bisa terjadi akibat rusaknya hulu-hulu sungai serta daerah aliran sungai.
 
"Potensinya bisa terjadi banjir bandang. Terlebih lagi karena gempa ada wilayah-wilayah cekung menjadi di bawah permukaan dan drainase juga kemungkinan rusak," kata Yosef di Jakarta Selatan, Kamis, 11 Oktober 2018.
 
Potensi hujan ekstrim dibenarkan Deputi Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo. Hujan akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Sulawesi pada awal November. Saat ini Indonesia masih mengalami fenomena el nino.
 
"Dengan el nino dan diprediksi akan belangsung hingga Maret 2019, awal musim hujan 2018-2019 menjadi mundur. Awal musim hujan diprediksi mulai November 2018 di sebagian wilayah Indonesia," kata Mulyono kepada Media Indonesia.
 
Mulyono menekankan hal yang perlu menjadi perhatian adalah masa transisi dari kemarau ke musim hujan. Potensi hujan dengan intensitas tinggi dapat terjadi tiba-tiba meski durasinya pendek.
 
"Hujan ini bisa saja diawali angin kencang disertai petir. Kondisi transisi ini dapat terjadi pada akhir Oktober sampai awal November," kata Mulyono.

Baca: PMI: Relawan Asing Belum Diperlukan di Palu

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengaku telah mewaspadai potensi hujan dan banjir yang bisa menerjang korban gempa.
 
"Kami ingin mempercepat pembangunan hunian sementara. Kami sudah peringatkan petugas di posko-posko pengungsian bagaimana saluran dan tenda pengungsi itu aman. Medis dan logistik selimut juga diperbanyak. Karena saat musim hujan penyakit lebih banyak," kata Sutopo.




(FZN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.