Perusahaan Pemecat Dokter Gigi Terancam Tak Bisa Beroperasi

    Siti Yona Hukmana - 03 April 2020 12:00 WIB
    Perusahaan Pemecat Dokter Gigi Terancam Tak Bisa Beroperasi
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: PT IBBR yang memiliki sejumlah klinik dental berpotensi tak bisa beroperasi setelah memecat sejumlah dokter gigi. Pengurus Besar (PB) Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengancam mencabut rekomendasi para dokter gigi untuk praktik di perusahaan tersebut.

    "Kami akan monitor sampai sejauh mana perusahaan tersebut memiliki iktikad baik untuk segera menyelesaikan masalah yang terjadi dengan anggota kami para dokter gigi," tegas Wakil Ketua Umum PB PDGI, Ugan Gandar, kepada Medcom.id, Jumat, 3 April 2020.

    Menurut dia, dokter gigi berperan penting dalam kesuksesan bisnis klinik dental. Mereka mengantongi surat tanda register (STR) dan surat izin praktik (SIP) untuk bisa melayani kesehatan gigi dan mulut pasien. 

    "Tanpa mereka, perusahaan tersebut tidak bisa menjalankan bisnis dental kliniknya," ujar Ugan.

    PT IBBR di Duren Sawit, Jakarta Timur, memiliki tiga klinik dental sebagai anak perusahaan, yakni FDC, DU, dan DLI. Tiga klinik gigi itu memiliki banyak cabang yang tersebar di DKI Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, hingga Bandung. 

    Pemilik PT IBBR yang juga berprofesi sebagai dokter gigi disebut memberhentikan sepihak dokter gigi bawahannya di perusahaan itu. Hal ini bersumber dari permintaan dokter gigi kepada perusahaan untuk menerapkan jaga jarak atau physical distancing di tengah pandemi virus korona (covid-19).

    Pemilik perusahaan tidak menutup sementara operasional klinik untuk mencegah penyebaran virus korona. Namun, perusahaan itu malah menggaet pasien dengan mempromosikan sejumlah penindakan seperti pemasangan behel, pembersihan karang, dan tambal gigi. 

    Di sisi lain, perusahaan tidak membekali karyawan dengan alat pelindung diri (APD). PDGI Cabang Jakarta Timur menegur perusahaan itu merujuk Surat Edaran PB PDGI Nomor: 2776/PB PDGI/III-3/2020 tentang Pedoman Pelayanan Kedokteran Gigi Selama Pandemi Covid-19.

    Ugan mendapatkan laporan dari Ketua PDGI Cabang Jakarta Timur, Gagah Daru Setiawan, bila kontrak yang dibuat perusahaan dengan para dokter gigi tidak mengindahkan perundang-undangan. Ugan meminta perusahaan menyelesaikan masalah dengan mengedepankan aspek saling menguntungkan.

    Baca: Sejumlah Dokter Gigi Diberhentikan Usai Terapkan Physical Distancing

    "Perusahaan itu kan bisnis dental klinik artinya harus mengikuti aturan perundang-undangan terkait dengan profesi dokter gigi dan kode etik kedokteran gigi," ujar Ugan.

    Ugan mengingatkan perusahaan bersikap lebih profesional. Batasan tugas dan kewenangan antara pemilik, manajemen, dan komisaris harus jelas.

    "Harus juga mengedepankan aspek kesetaraan dan kemitraan dengan para dokter gigi," jelas dia.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id