comscore

Waspada! Puncak Gelombang Omicron Terjadi Akhir Februari

Andhika Prasetyo - 17 Januari 2022 01:43 WIB
Waspada! Puncak Gelombang Omicron Terjadi Akhir Februari
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Tangkapan layar di YouTube.
Jakarta: Pemerintah memprediksi puncak gelombang Omicron di Tanah Air terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 2022. Proyeksi tersebut dari hasil trayektori yang dilakukan para pakar terhadap perkembangan kasus varian baru covid-19 di Afrika Selatan.

"Berangkat dari trayektori kasus di Afrika Selatan, puncak Omicron di Indonesia diprediksi terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret," ujar Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai mengikuti rapat terbatas, Minggu, 16 Januari 2022.

 



Luhut memastikan sistem kesehatan di Tanah Air sudah siap menghadapi virus tersebut. Ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, obat-obatan, alat kesehatan, hingga tenaga medis dalam kondisi baik.

Pelaksanaan vaksinasi booster atau dosis ketiga juga akan dipercepat. Terutama di wilayah yang memiliki tingkat mobilisasi tinggi, seperti Jawa dan Bali.

Upaya antisipasi selanjutnya adalah memperkuat protokol kesehatan. Persyaratan masuk ke ruang publik juga akan makin diperketat.

"Hanya masyarakat yang sudah menerima vaksin dua kali yang boleh masuk dan beraktivitas di ruang publik," tegas Luhut.

Baca: Kepala Daerah Diminta Perketat Pengawasan Prokes dan Penggunaan PeduliLindungi

Pemerintah akan mendorong kabupaten/kota yang belum mencapai 70 persen untuk vaksinasi dosis kedua agar segera melakukan akselerasi. "Semua itu adalah langkah mitigasi agar gelombang Omicron tidak memberi dampak terlalu besar terhadap sistem kesehatan masyarakat," ucap dia.

Pria asal Sumatra Utara itu juga meminta masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan dalam dua hingga empat pekan ke depan. Aktivitas di perkantoran juga sebaiknya dikurangi jika memungkinkan.

"Kalau perkantoran tidak perlu 100 persen yang hadir, ya tidak usah 100 persen. Jadi diatur saja, melihat situasi, terapkan 75 persen yang hadir untuk dua minggu ke depan," papar dia.

Luhut menegaskan kedisiplinan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam upaya menangani Omicron dengan baik. Menurut dia, kesiapan pemerintah dengan seluruh mitigasinya akan sia-sia jika pemerintah tidak menerapkan protokol kesehatan dan membatasi mobilitas.

"Pemerintah memang siap, tapi langkah preventif merupakan kunci utama untuk menekan kasus. Sekarang kita batasi dulu mobilitas. Masyarakat harus bisa membatasi diri untuk bepergian, apa lagi ke luar negeri. Pejabat saja sudah dilarang untuk tidak ke luar negeri untuk tiga pekan ke depan," jelas Luhut.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id