comscore

Sambil Mendayung, Presiden Resmikan Bendungan Ladongi

Andhika Prasetyo - 28 Desember 2021 14:29 WIB
Sambil Mendayung, Presiden Resmikan Bendungan Ladongi
Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Sultra: Tidak ada podium saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Kali ini, ia menyampaikan pernyataan peresmian sambil menumpangi perahu naga.

Aksi tersebut dilakukan Kepala Negara bukan tanpa alasan. Itu merupakan pesan kepada masyarakat bahwa bendungan, terutama Ladongi, tidak hanya memiliki fungsi sebagai pendukung aktivitas pertanian, tetapi sebagai destinasi wisata bahkan venue olahraga air.
"Tadi saya mencoba memakai perahu, mendayung, karena memang arahnya waduk ini juga bisa dipakai sebagai tempat wisata. Ini menjadi tanggung jawab kabupaten maupun provinsi untuk pengembangan selanjutnya," ujar Jokowi selepas turun dari perahunya dilasir dari Media Indonesia, Selasa, 28 Desember 2021.

Jokowi beserta rombongan yang terdiri dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan perangkat presiden mengarungi bendungan selama sekitar 15 menit.

"Tidak takut," kata Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah ini.

"Hanya saja kurang semangat. Yang ngedrum kurang kuat," ucapnya merujuk pada Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang juga berada di atas perahu, tapi tidak mendayung.

Baca: Momen Presiden Mendayung Perahu Naga di Bendungan Ladongi

Pria yang juga menjabat Kepala BKPM itu bertugas sebagai penabuh gendang untuk mengatur irama dayung.

"Yang dayung jadi kurang semangat. Ngedrumnya harusnya dung dung dung biar yang dayung semangat," celoteh Jokowi.

Bendungan Ladongi memiliki kapasitas tampung 45,9 juta meter kubik dengan luas lahan 222 hektare. Bendungan tersebut nantinya bisa mengairi sawah-sawah di sejumlah kabupaten di seperti Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan.

"Kita berharap bendungan ini bisa memenuhi kebutuhan air untuk pertanian dalam rangka mendukung kemandirian, kedaulatan, dan ketahanan pangan. Tanpa air tidak mungkin kita bisa mencapai yang namanya ketahanan pangan yang baik, kedaulatan pangan yang baik, dan kemandirian pangan yang baik," ucap Jokowi.

Bendungan yang dibangun dengan biaya Rp1,2 triliun itu juga berfungsi sebagai penyediaan air baku sebanyak 120 liter per detik. Kemudian, dapat mereduksi banjir sebesar 176,6 meter kubik per detik dan potensi listrik sebesar 1,3 megawatt.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id