Cegah Penularan Covid-19, Masyarakat Harus Mau Diperiksa

    Renatha Swasty - 21 November 2020 23:04 WIB
    Cegah Penularan Covid-19, Masyarakat Harus Mau Diperiksa
    Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan upaya memutus mata rantai penularan covid-19 memerlukan kerelaan hati masyarakat. Ini penting agar pemeriksaan, pelacakan kontak erat, dan perawatan setiap kasus yang muncul bisa ditangani dengan cepat dan baik.

    “Dibutuhkan kerelaan hati dari masyarakat untuk melakukan swab, utamanya bagi yang pernah mengikuti kerumunan termasuk selama liburan panjang, demonstrasi menolak UU Cipta Kerja maupun kerumunan lain. Tes swab di Puskesmas, tidak dipungut biaya,” tegas Doni dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 November 2020.

    Doni juga berharap dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap daerah, termasuk para Ketua RT dan Ketua RW. Dia meminta masyarakat diberikan pengertian soal tes covid-19, utamanya dari keluarga inti yang positif covid-19.

    “Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan covid-19," ujar dia.

    Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis.

    (Baca: Petugas Kesulitan Tracing Warga di Acara Rizieq)

    "Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis,” tutud dia.

    Doni juga berpesan kepada Satgas Penanganan Covid-19 daerah untuk melanjutkan kerja keras menelusuri kasus. Serta segera melakukan karantina di tempat yang telah ditentukan baik bagi orang tanpa gejala maupun sudah bergejala.

    Petugas diminta melakukan pendekatan secara persuasif. Doni meminta masyarakat diajak bekerja sama atas nama nilai-nilai kemanusiaan.

    “Mulailah dengan penelusuran dari pasien positif, misalnya dari Lurah Petamburan, selanjutnya tes massal dari keluarga inti dan semua orang yang memiliki kontak erat dengan pasien,” tutur dia.  

    Doni menggelar rapat koordinasi virtual. Hadir dalam rapat tersebut antara lain Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan sejumlah kepala puskesmas.

    Pembahasan rapat fokus pada upaya, testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan). Ini menyusul mulai ditemukannya kasus baru setelah terjadi kerumunan baik semasa libur panjang,  penjemputan tokoh agama di Bandara Soekarno Hatta, kerumunan di Tebet, Jakarta Selatan, Megamendung, Bogor, dan Petamburan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id