Ngeri, Cinta Ditolak Sate Sianida Bertindak, Berakhir Salah Sasaran

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 03 Mei 2021 13:15 WIB
    Ngeri, Cinta Ditolak Sate Sianida Bertindak, Berakhir Salah Sasaran
    Pelaku pengirim makanan beracun sianida (berbaju biru). Medcom.id/Ahmad Mustaqim



    Jakarta: Polisi mengungkap motif NA, tersangka pengirim sate beracun kepada seorang pria berinisial T. NA diketahui sakit hati karena cintanya ditolak dan ditinggal menikah.

    Bak pepatah “cinta ditolak, dukun bertindak” WN ingin membayar tuntas sakit hatinya itu. Namun, yang membedakan, pelaku mengganti dukun dengan racun kalium sianida (KCN) yang dimasukkan ke dalam sate dan makanan ringan. Lalu, mengirim melalui pengemudi ojol bernama Bandiman.






    "Motifnya sakit hati karena target ini menikah dengan orang lain, tidak dengan dirinya (NA). Statusnya T ini pegawai negeri," terang Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, AKP Ngadi, di Mapolres Bantul, Senin, 3 Mei 2021.

    Sayangnya, niat busuk perempuan asal Majalengka, Jawa Barat, salah sasaran. Paket racun itu ditolak karena penerima tidak mengenal pengirim.

    "Kami belum tahu targetnya T atau keluarganya. Saat pengiriman yang di rumah ada perempuan yang mengaku istri T," terangnya.

    Hingga akhirnya penerima menyarankan pengemudi ojol membawa pulang kiriman tersebut. Sate yang sudah dibubuhi sianida itu lantas disantap anak dan istri Bandiman. Nahas, NFB, anak kedua Bandiman, kolaps seketika saat memakan bumbu sate. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong.

    Ngadi mengaku masih mendalami apakah ada keterlibatan orang lain dalam kasus itu. Hasil sementara, aparat menduga NA sudah merencanakan tindakan itu. Racun jenis kalium sianida itu telah dibeli tiga bulan sebelum mengirimkan makanan.
     
    "Kami masih mendalami apakah ada teman bertanya untuk mencari tahu mendapatkan racun. Ini masih awal banget berasal dari TKP," kata dia.
     
    Ia menambahkan, polisi menjerat NA dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Pelaku terancam pidana seumur hidup, hukuman mati, atau 20 tahun  
     
    "Tersangka masih ditahan di Polres Bantul untuk pendalaman kasus," katanya.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id