Ini Penjelasan BPOM Soal Isu 60% Produk Tak Sehat Nestle

    Fachri Audhia Hafiez - 09 Juni 2021 08:24 WIB
    Ini Penjelasan BPOM Soal Isu 60% Produk Tak Sehat Nestle
    Ilustrasi Nestle Indonesia. Foto: Nestle.co.id



    Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) angkat bicara terkait laporan 60 persen produk makanan dan minuman Nestle tidak sehat. Laporan itu dipublikasikan media Financial Times.

    "Informasi produk tidak sehat yang disampaikan pada pemberitaan tersebut, tidak terkait dengan keamanan dan mutu pangan," tulis penjelasan BPOM dikutip dari laman resminya, Rabu, 9 Juni 2021.

     



    Pemberitaan media tersebut berkaitan dengan pencantuman kandungan gizi produk. Khususnya kandungan Gula, Garam, dan Lemak (GGL), sebagai salah satu faktor risiko penyebab Penyakit Tidak Menular (PTM) jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

    BPOM menerangkan informasi kandungan GGL merupakan bagian dari pencantuman Informasi Nilai Gizi (ING). ING wajib diberlakukan dan tercantum pada Peraturan Badan POM Nomor 22 Tahun 2019 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan.

    "Secara global, panduan pencantuman kandungan gizi diatur dalam Codex Guideline on Nutrition Labelling (CAC/GL 2-1985 yang direvisi pada tahun 2017)," tulis BPOM.

    Pencantuman ING di Indonesia dikemas dalam bentuk tabel. Selain itu, pada label pangan dapat dicantumkan informasi tentang panduan asupan gizi harian dan logo 'pilihan lebih sehat' pada bagian utama label yang diterapkan secara sukarela oleh perusahaan.

    "Model pencantuman 'Health Star Rating' dengan persyaratan kandungan gizi tertentu dan menggunakan peringkat dari bintang setengah sampai dengan lima diterapkan di Australia dan New Zealand," tulis BPOM.

    Baca: Nestle Indonesia Bantah Isu 60% Produknya Tak Sehat

    BPOM telah melakukan proses evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, gizi, dan label pada setiap produk pangan olahan. Termasuk pencantuman ING dalam memberikan Nomor Izin Edar (NIE) pada produk Nestle yang beredar di Indonesia.

    BPOM juga melakukan pengawasan keamanan, mutu, dan label termasuk ING melalui sampling dan pengujian. Ini guna memastikan konsistensi keamanan produk yang beredar sesuai dengan persetujuan saat pendaftaran.

    Sebelumnya, beredar dokumen internal milik Nestle pusat. Dokumen itu menyebut sekitar 60 persen produk yang dihasilkan perusahaan  itu tidak sehat.

    Hanya sekitar 37 persen produk makanan dan minuman yang masuk kategori ambang batas sehat. Dokumen itu sudah dibenarkan Nestle pusat.

    Sementara itu, PT Nestle Indonesia membantah produk makanan dan minuman perusahaan tersebut tidak sehat. Perusahaan asal Vevey, Swiss, ini meyakini portofolio merek dan kategori produk yang diproduksi berkontribusi secara positif untuk kesehatan.

    Perseroan memastikan memproduksi dan mendistribusikan produk-produk sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Termasuk, persyaratan gizi, kualitas dan keamanan dari BPOM serta peraturan halal.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id