Lima Jenazah Korban Penyerangan Yahukimo Hilang

    Theofilus Ifan Sucipto - 07 September 2019 07:35 WIB
    Lima Jenazah Korban Penyerangan Yahukimo Hilang
    Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Lima jenazah korban penyerangan di Kabupaten Yahukimo, Papua, hilang. Mayat korban lenyap ketika polisi mendatangi lokasi.

    “Sampai sekarang belum diketemukan jenazahnya,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 6 September 2019.

    Menurut dia, kepolisian setempat telah mencoba mendatangi lokasi terakhir kelima jenazah. Namun setelah sampai di lokasi, hasilnya nihil. 

    “Perjalannya delapan hari menuju situ, sudah tidak ada lagi,” ujar Dedi.

    Saat ini, kata dia, kepolisian tengah mengevakuasi para penambang. Hingga Jumat, 9 September 2019, sudah sekitar 477 orang yang berhasil dievakuasi.

    Jenderal bintang satu itu merinci 288 pendulang emas telah dievakuasi pada Rabu, 4 September 2019. Pada Kamis, 5 September 2019 kepolisian berhasil mengevakuasi 189 orang.

    “Yang enam orang luka bacok dibawa ke Rumah Sakit Tanah Merah,” ujar dia. 

    Sebelumnya, lima pendulang emas tewas dianiaya di Yahukimo, Minggu, 1 September 2019. Mereka diserang dengan parang dan terkena anak panah.
     
    "Sedangkan sisanya masih melarikan diri ke dalam hutan," kata Dedi, Selasa, 3 September 2019.
     
    Dugaan sementara, kata Dedi, para penyerang ialah warga lokal Yahukimo. Namun, belum diketahui motif penyerangan itu.

    Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut serangan terhadap penambang emas di Yahukimo sebagai konflik antarwarga. Konflik ini tak terkait kerusuhan yang melanda dua minggu terakhir.
     
    "Itu konflik horizontal, penambang emas luar daerah dengan penduduk setempat," kata Wiranto, Kamis, 5 September 2019.
     
    Menurut dia, aparat sudah ditempatkan di lokasi kerusuhan. Peristiwa ini pun tak berhubungan demonstrasi panas yang terus berlanjut di Bumi Cenderawasih. "Itu peristiwa lanjutan, peristiwa lama," ungkap mantan Panglima TNI itu.






    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id