Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Kematian Trio Akibat Vaksin

    Antara - 03 Agustus 2021 05:47 WIB
    Komnas KIPI: Belum Cukup Bukti Kematian Trio Akibat Vaksin
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pascaimunisasi (Komnas KIPI) menyimpulkan tidak cukup bukti untuk mengaitkan penyebab kematian warga Buaran, Jakarta Timur, Trio Fauqi Virdaus, 22, karena Vaksin AstraZeneca. Kesimpulan ini didapat dari autopsi.

    "Hasil autopsi terhadap jenazah Trio Fauqi Virdaus dilakukan oleh Departemen Forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM)," kata Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Senin, 2 Agustus 2021. 

     



    Menurut dia, autopsi dilakukan dengan teliti sehingga dibutuhkan waktu yang cukup panjang sampai hasil keluar. Selain itu, autopsi dilakukan tim dokter profesional dan independen.

    Baca: Agustus, Luhut Targetkan Vaksinasi hingga 70 Juta

    "Kesimpulannya, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan korban meninggal karena vaksin. Hasil autopsi juga tidak menunjukkan adanya pembekuan darah, atau blood clot, yang selama ini diduga dapat ditimbulkan karena Vaksin AstraZeneca," ujar dia.

    Hindra menjelaskan autopsi dilakukan berdasarkan permintaan keluarga kepada Tim Forensik RSCM Jakarta. Meskipun hasil autopsi menunjukkan belum cukup bukti, kata Hindra, hal ini menjadi catatan serius bagi Komnas KIPI.

    ''Sebagai lembaga independen yang telah berdiri sejak 23 tahun lalu, kejadian ini tentu saja akan menjadi catatan bagi kami. Kami sudah menginstruksikan anggota kami yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk terus memantau pelaksanaan vaksinasi, khususnya vaksinasi covid-19. Jika ditemukan kasus serupa, maka Komnas KIPI akan melakukan kajian kembali,'' ujar dia.

    Kepala Departemen Forensik RSCM Ade Firmansyah Sugiharto mengatakan dari hasil autopsi diketahui sejumlah gejala dan tanda yang ditemukan berbeda dengan gejala yang muncul karena vaksin. Dia mencontohkan Trio meninggal kurang lebih 24 jam setelah divaksinasi. 

    "Pada beberapa kasus meninggal diduga karena Vaksin AstraZeneca, biasanya baru terjadi empat hari bahkan dua minggu setelah vaksinasi. Selain itu, almarhum juga tidak mengalami sesak napas dan kejang,'' kata Firmansyah.

    Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengingatkan kembali kepada masyarakat jika mengalami KIPI, segera berkonsultasi kepada pihak terkait. Antisipasi terjadinya KIPI menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah. 

    "Untuk itu, kita bekerja sama dengan Komnas KIPI di tingkat nasional, dan komda KIPI, yang tersebar di daerah, terus memantau dan memberikan edukasi kepada masyarakat apa yang harus dilakukan jika terjadi KIPI," kata Nadia.

    Bagi penerima vaksin yang merasakan adanya efek samping setelah vaksinasi, kata Nadia, dapat langsung datang ke fasilitas layanan kesehatan tempat vaksinasi. Untuk melapor, tidak diperlukan syarat apa pun.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id