Pengguna KRL Sempat Turun 32 Persen Imbas Korona

    Putri Anisa Yuliani - 17 Maret 2020 09:03 WIB
    Pengguna KRL Sempat Turun 32 Persen Imbas Korona
    Ilustrasi--Penumpang KRL memakai masker saat menunggu keberangkatan commuter line di Stasiun Depok Lama, Depok, Jawa Barat. (Foto: MI/Bary Fathahillah)
    Jakarta: Semua perjalanan kereta rel listrik (KRL) dipastikan berjalan normal. Namun, pengguna KRL mengalami penurunan per Senin, 16 Maret 2020, sejak sekolah dan perguruan tinggi diliburkan, serta penutupan objek wisata di Ibu Kota imbas penyebaran virus korona.

    "Pengguna jasa KRL turun 32 persen," kata VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba melalui keterangan tertulis, Senin, 16 Maret 2020.

    Penurunan terlihat di sejumlah stasiun yang terdampak kebijakan ini, yaitu Stasiun Ancol (turun 59 persen), Stasiun Jakarta Kota (turun 38 persen), Stasiun Juanda (turun 25 persen), dan Stasiun UI (turun 17 persen).

    Bahkan, pada pukul 14.00 WIB, Senin, 16 Maret 2020, penurunan pengguna KRL. Biasanya, pengguna KRL mencapai 1 juta hingga 1,1 juta sehari. Namun, kini hanya mencapai 350 ribu.

    "PT KCI memprediksi hari ini jumlah pengguna mencapai 700.000 – 800.000 (turun 27 persen). Sepertinya bebrapa perusahaan juga sudah menerapkan anjuran work from home," ungkap Anne.

    Dalam situasi saat ini, PT KCI tetap menyediakan layanan transportasi kepada masyarakat yang membutuhkan terutama petugas medis, pekerja di apotek, pekerja di sektor layanan publik, dan hingga sektor logistik yang vital. PT KCI melayani 991 perjalanan yang meliputi seluruh lintas, yaitu Bogor/Depok-Jakarta Kota pulang pergi (pp), Bogor/Depok-Jatinegara pp, Cikarang/Bekasi-Jakarta Kota pp, Rangkasbitung-Tanah Abang pp, Tangerang-Duri pp, dan Tanjung Priok-Jakarta Kota pp.

    Baca: Bandara Radin Inten II Antisipasi Penyebaran Korona

    Pemeriksaan Suhu Tubuh

    Anne mengatakan setiap pengguna KRL wajib melakukan pengecekan suhu tubuh di sejumlah stasiun, termasuk Stasiun Bogor, Manggarai, Gondangdia, Juanda, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Tangerang, dan Rangkasbitung. Anne mengingatkan pengguna KRL dengan suhu tubuh melebihi 38 derajat celcius akan diminta tidak menggunakan KRL.

    "Untuk menjaga kelancaran alur pengguna di stasiun, pengguna yang akan naik KRL dari sembilan stasiun ini wajib masuk dari pintu akses stasiun yang menyediakan pemeriksaan suhu tubuh. Sementara di stasiun-stasiun lainnya, pemeriksaan suhu tubuh dilakukan secara acak dengan menyasar sebanyak mungkin pengguna KRL," kata Anne.

    Dia juga mengajak pengguna KRL mengikuti imbauan pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Imbauan tersebut penting untuk mencegah penyebaran virus korona semakin meluas. Pengguna jasa yang masih menggunakan KRL tetap menjaga jarak di dalam kereta dan saling mengingatkan agar dapat meminimalkan penyebaran virus.

    "Dengan KRL tetap beroperasi normal tanpa mengurangi frekuensi perjalanan, PT KCI berharap layanan ini dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak yang harus menggunakan transportasi publik," tegas Anne.

    PT KCI mengajak pengguna tetap antre dengan tertib dan mengikuti pemeriksaan demi kesehatan bersama. PT KCI juga mengimbau seluruh pengguna jasa tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, memerhatikan etika batuk dan bersin di ruang publik, gunakan masker terutama bagi yang sedang sakit maupun dalam masa pemulihan, serta kunjungi pos kesehatan gratis KCI di 30 stasiun jika merasa kurang sehat/tidak fit.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id