Luhut: Mudik Hampir Pasti Bawa Penyakit

    Nur Azizah - 02 April 2020 14:17 WIB
    Luhut: Mudik Hampir Pasti Bawa Penyakit
    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Pelaksana tugas Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan mengakui pemerintah hanya mengimbau warga tidak mudik. Namun, dia mengingatkan potensi penularan virus korona (covid-19) terbuka lebar ketika warga bepergian. 

    "Bahwa kalau Anda mudik pasti bawa penyakit. Hampir pasti bawa penyakit. Dan kalau bawa penyakit, (keluarga) di daerah bisa meninggal, bisa keluargamu," tegas Luhut di Jakarta, Kamis, 2 April 2020.

    Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi itu menjelaskan pemerintah bakal memberikan kompensasi bagi warga. Mereka mendapatkan fasilitas mudik gratis setelah pandemi korona selesai.

    Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan stimulus ekonomi bagi publik. Namun, pemberian kompensasi ini masih dihitung Kementerian Keuangan. 

    Luhut juga memaparkan alasan pemerintah tak menuntup pintu masuk alias lockdown seperti negara lain. Pemerintah memilih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    "Pertimbangan utama kami supaya ekonomi tidak mati sama sekali. Setelah kami hitung, ini pilihan yang terbaik. Katakan kita lockdown, maka dampak yang paling kena adalah masyarakat bawah," ungkap dia.

    Kepala Staf Kepresidenan Indonesia ke-1 itu mengajak seluruh masyarakat patuh dengan ketentuan social distancing. Jika langkah ini dilaksanakan seluruh warga, virus korona dipercaya bisa dikendalikan.

    Luhut: Mudik Hampir Pasti Bawa Penyakit
    Penumpang bus melewati bilik disinfektan dan mencuci tangan saat turun di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 1 April 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha

    Baca: Presiden: Pemudik dari Jabodetabek Masuk Kategori ODP

    Sementara itu, jumlah pasien positif di seluruh Indonesia per Rabu, 1 April 2020, mencapai 1.677 orang dengan 149 di antaranya kasus baru. Sebanyak 103 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 157 orang meninggal akibat virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, itu.

    Pasien penyakit dengan gejala flu, demam, hingga sesak napas itu kebanyakan berada di DKI Jakarta. Data di situs corona.jakarta.go.id menyebutkan ada 816 pasien positif di Ibu Kota. Sebanyak 499 pasien dirawat, 176 isolasi mandiri, 51 telah sembuh, dan meninggal 90 orang.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id