Presiden Hadiri Annual Leaders Meeting di Australia

    Nur Azizah - 10 Februari 2020 09:58 WIB
    Presiden Hadiri Annual Leaders Meeting di Australia
    Presiden Joko Widodo bersiap di Bandara Halim Perdanakusuma untuk terbang ke Bandung, Jabar. Foto: Istimewa
    Jakarta: Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri pertemuan bilateral Republik Indonesia dengan Australia dalam Annual Leaders Meeting (ALM). Kedua negara bakal menandatangani sejumlah nota kesepahaman (MoU).

    "Pertama adalah Plan of Action Comprehensive Strategic Partnership 2020-2024 dan kedua kerja sama di bidang perhubungan yang akan dilakukan Pak Menhub (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi)," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui keterangan tertulis, Senin, 10 Februari 2020.

    Nota kesepahaman yang diteken terkait kerja sama keamanan transportasi. MoU diteken menteri perhubungan masing-masing negara. Hal pokok yang dibahas mengenai kemudahan menggunakan konektivitas udara, vokasi, dan keselamatan. 

    "Australia banyak support safety di Indonesia, memberikan tenaga-tenaga pelatihan, dan karena itu kita minta ditingkatkan untuk memberikan dukungan kepada vokasi di Indonesia," kata Budi Karya.

    Hari ini, Jokowi juga dijadwalkan mengunjungi Gedung Parlemen, Canberra, Australia. Agenda diawali pertemuan empat mata dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison. 

    Presiden dan PM Morrison akan mengumumkan ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreeement (IA-CEPA). Jokowi juga menerima kunjungan kehormatan ketua oposisi, ketua DPR, serta ketua Senat Australia. 

    Presiden Hadiri Annual Leaders Meeting di Australia
    Presiden Joko Widodo (kiri) menyambut kunjungan kehormatan Perdana Menteri Australia Scott Morrison (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 20 Oktober 2019. Foto: MI/Ramdani

    Selanjutnya, Kepala Negara menyampaikan pidato di hadapan anggota Parlemen Australia. Selepas santap siang, Presiden kembali ke Hotel Hyatt untuk menghadiri Indonesia-Australia Business Roundtable. 

    Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pertemuan dihadiri beragam kalangan. Ada sekitar 20 pengusaha pertambangan, jasa, sektor kesehatan, hingga perguruan tinggi dalam forum tersebut.

    "Memang ada perguruan tinggi yang ingin beroperasi di Indonesia dan pemerintah mau lihat deregulasinya di situ, terutama beroperasi di daerah ekonomi khusus," ujar Airlangga.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id