Bom Sarinah di Media Sosial

    Sobih AW Adnan - 15 Januari 2016 13:59 WIB
    Bom Sarinah di Media Sosial
    Jakarta, medcom.id: Beberapa menit setelah rentetan ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, tersebar pula beragam kabar lanjutan yang membuat suasana mencekam. Kabar tanpa sumber jelas itu membuat masyarakat bingung.

    "Setelah dicek, ledakan itu (di Palmerah) tidak ada," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan Anton Charliyan dalam wawancara via telepon kepada Metro TV.

    Patut diingat bahwa pelaku teror tak hanya beraksi secara terbuka. Tapi juga mengambil manfaat teror yang terjadi dengan sendirinya melalui media sosial.

    Fenomena persebaran informasi di era digital yang serba cepat rupanya mengamanatkan netizen agar bisa lebih berhati-hati dalam mencerna setiap kabar yang datang. Masyarakat dituntut bisa menyeleksi informasi meski tanpa mengabaikan pentingnya kewaspadaan.

    'Cyber Army' Swakarsa

    Kabar angin penebar ketakutan ini tampaknya tertangani oleh publik. Cerdas menghadapi kabar hoax, publik tampak menyebarkan kembali konfirmasi dari aparat keamanan.

    Selain fenomena persebaran kabar yang belum tentu kebenarannya, di sisi lain netizen Indonesia juga telah menunjukkan tingkat kedewasaannya. Terbukti dengan  ramainya imbauan untuk tidak menyebarkan foto-foto korban ledakan secara vulgar tanpa sensor (blur). Mereka menganggap unggahan foto tersebut dinilai dapat mengganggu sisi traumatisme orang lain.

    Hal serupa juga dilakukan dengan menyebarkan konten bernuansa dorongan untuk tidak cemas, tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Terlihat dengan menanjaknya tren tagar #KamiTidakTakut di Twitter, yang puncaki jajaran trending dunia hingga saat ini.

    Uniknya tagar #KamiTidakTakut yang semangatnya adalah perlawanan terhadap pelaku teror sukses menggusur #PrayForJakarta hanya dalam hitungan menit. Tidak ada pula netizen yang coba-coba mensosialisasikan cover bendera Merah Putih untuk dipasang di foto profil media sosial sebagai tanda turut berduka seperti sempat terjadi dalam kasus bom Paris.

    Bom Sarinah di Media Sosial

    Bahkan dalam menggelorakan perlawanan terhadap netizen, sisi kreativitas 'army cyber' Indonesia seoalah tidak terbendung. Puluhan meme muncul susul menyusul, semuanya punya semangat yang sama yaitu lawan teroris dengan persatuan.
     



    (LHE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id