Gerindra Pertanyakan Status Jakarta Usai Tak Jadi Ibu Kota

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 29 Desember 2019 18:46 WIB
    Gerindra Pertanyakan Status Jakarta Usai Tak Jadi Ibu Kota
    Bundaran Hotel Indonesia
    Jakarta: Ketua DPD Gerindra Mohamad Taufik mengingatkan kejelasan status Jakarta usai tak lagi menjadi ibu kota. Menurutnya, ini penting dibahas, karena kalau tidak, akan ada kekosongan hukum.

    "Kalau Jakarta kita masukan ke dalam Undang-undang Pemerintah Daerah maka akan terjadi perubahan struktur politik, struktur pemerintahan di Jakarta," kata Taufik di Wisma Garuda, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu, 29 Desember 2019.

    Salah satunya terkait otonomi kewilayahan. Jakarta akan di provinsi atau di kabupaten/kota. Menurut Taufik, bila di kabupaten/kota maka harus ada badan legislatif di tingkat kabupaten/kota.

    Ini menjadi catatan akhir tahun DPD Gerindra yang akan ditindaklanjuti ke pemerintah pusat dan DPR. Menurutnya, ini harus benar-benar dicermati, sampai ibu kota benar-benar pindah ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

    "Untuk itu Gerindra di catatan akhir tahun membuat catatan penting ini, soal posisi  Jakarta ke
    depan. Perlu juga kejelasan payung hukum ketika ibu kota dicabut sejak 2020 misalnya kan pembangunan membutuhkan 20 tahun, lama negara yang berpindah ibu kota itu seperti Canberra itu butuh 15 tahun baru terbangun," jelasnya.

    "Selama itu belum terbangun  tapi UU sudah dicabut posisi Jakarta harus punya kedudukan yang ajeg," imbuhnya.

    Pemindahan ibu kota ke Penajam Paser Utara sendiri sudah masuk program legislasi nasional (Prolegnas) 2020-2024 dan Prolegnas prioritas 2020. Pemindahan ibu kota sendiri masuk dalam superprioritas.




    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id