Kominfo Optimasi TIK Hadapi Pandemi Covid-19

    Cindy - 22 Januari 2021 09:34 WIB
    Kominfo Optimasi TIK Hadapi Pandemi Covid-19
    Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate. MI/Pius Erlangga.



    Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan pemerintah tengah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara optimal guna menangani dampak pandemi covid-19. TIK digunakan untuk mendukung pemulihan sektor kesehatan, ekonomi nasional, dan vaksinasi.

    "Dengan fokus pemulihan ekonomi nasional pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pengembangan startup digital. Indonesia secara konsisten menerapkan solusi berbasis digital sejak awal pandemi," kata Johnny lewat keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021.




    Pemerintah telah meluncurkan platform PeduliLindungi dan mendukung pengembangan platform informasi satu atap 'Bersatu Lawan Covid-19'. Upaya berbasis digital itu sebagai bentuk sosialisasi program pemerintah untuk mengajak masyarakat mengikuti aturan wajib kesehatan.

    Pemerintah juga memanfaatkan platform terintergrasi 'Satu Data Vaksin Covid-19' untuk menangani pengelolaan vaksinasi. Mulai dari pendaftaran vaksin, pendistribusian vaksin, hingga penerbitan sertifikat bagi penerima.

    Johnny mengatakan pemerintah telah menyediakan jaringan internet untuk 3 ribu fasilitas kesehatan pada 2020. Jaringan internet tersebut memudahkan faskes menjangkau pasien secara daring.

    "Dan menjadikan semua fasilitas tersebut dapat beroperasi penuh untuk vaksinasi dan tindakan telemedis lainnya untuk tahun ini dan seterusnya," ucap dia.

    Pandemi covid-19 menjadi momentum percepatan digitalisasi di Indonesia dan Asia Tenggara. Indonesia telah mengambil inisiatif transformasi digital di sektor strategis, yaitu pembangunan infrastruktur, adopsi teknologi, peningkatan talenta digital, dan pembuatan regulasi.

    Pemerintah menargetkan jangkauan internet yang lebih baik, cepat, dan tangguh untuk meningkatkan rasio tautan internet dan menutup kesenjangan digital. Kemenkominfo bekerja sama dengan penyedia telekomunikasi untuk menggelar infrastruktur konektivitas digital.

    Baca: Covid-19 Tak Menghalangi Transformasi Digital Indonesia

    Salah satunya, dmenempatkan ribuan Base Transceiver Station (BTS) untuk memenuhi konektivitas broad band di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan. Serta peluncuran High Throughput Sattelite SATRIA-1 pada 2023.

    "Dengan kapasitas 150 Gbps per detik, Satelit tersebut diharapkan dapat menghasilkan konektivitas yang andal di seluruh pelosok Indonesia," ujar politikus Partai NasDem itu.

    Teknologi selama pandemi, kata dia, telah membantu memberdayakan UMKM. Pemerintah membentuk gerakan nasional bangga buatan Indonesia untuk mendorong konsumsi produk lokal dan membantu lebih dari 10 juta UMKM berjualan secara daring.

    Johnny mendorong kolaborasi antarnegara anggota ASEAN untuk mengoptimalkan pemanfaatan TIK dalam pemulihan ekonomi pascapandemi. Selain itu, pengembangan optimisme dan kebersamaan untuk membangun komunitas digital ASEAN dinilai penting.

    "Penting juga bagi kita untuk mempertahankan optimisme selama masa sulit ini. Bersama-sama kita akan bangkit kembali lebih kuat dan bergerak menuju ASEAN sebagai komunitas yang terhubung secara digital," kata Johnny.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id