Terpopuler Nasional, Penjarahan Bantuan Gempa Hingga Pemberhentian Ketua KPU

    M Sholahadhin Azhar - 17 Januari 2021 07:42 WIB
    Terpopuler Nasional, Penjarahan Bantuan Gempa Hingga Pemberhentian Ketua KPU
    Menteri Sosial Tri Rismaharini. Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi



    Jakarta: Artikel terkait dugaan penjarahan bantuan logistik gempa Sulawesi Barat menjadi berita terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id pada Sabtu, 16 Januari 2021. Menteri Sosial, Tri Rismaharini, membantah kejadian tersebut.

    "Sekali lagi, itu bukan penjarahan, jangan dianggap penjarahan. Mereka kelaparan," kata Risma kepada wartawan di Surabaya, Sabtu, 16 Januari 2021.






    Risma mengakui ada kekacauan terkait distribusi logistik di Sulawesi Barat. Pasalnya, Pengiriman bantuan terkendala jalur utama menuju lokasi yang terputus.
     
    "Jadi yang seharusnya sembilan jam, harus nambah enam jam lagi karena harus memutar. Semoga hari ini material longsor di jalur itu bisa dibersihkan," tutur Risma.

    Video viral mempertontonkan dugaan penjarahan di perbatasan Kabupaten Mamuju menuju Majene, tepatnya di batas Kecamatan Tapalang dan Malunda. Sejumlah orang menghentikan paksa iringan mobil Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pembawa logistik, bahkan ada yang membawa senjata tajam.
     
    "Kami mengalami penjarahan di antara desa Malunda dan Tapalang. Rombongan kami dihadang dan dirampok logistiknya," kata Agus Salim, Wakil Ketua MDMC Makassar, dalam tayangan Metro Hari Ini.

    Baca: Viral Bantuan Gempa Sulbar Dijarah, Mensos Risma Malah Bilang Begini

    Artikel terpopuler selanjutnya terkait rencana almarhum Syekh Ali Jaber. Mendiang Syekh Ali Jaber sempat mengunggah obrolan terakhirnya dengan putra sulungnya, Al Hasan Ali Jaber. Sebelum tutup usia, ulama beken tanah air itu ternyata memiliki dua rencana untuk putranya.
     
    Pertama, ia ingin mencarikan jodoh bagi anaknya, yang diketahui dari unggahan Syekh Ali Jaber di Instagram. Saat itu, sang ulama sedang berada di Lombok dan bertemu putranya yang menetap di sana.

    "Sekarang bersama anak saya nih. Ayo yang mau daftar, lagi dicariin jodoh. Ini Hasan, dia lebih pintar dari saya Bahasa Sasak (bahasa daerah Lombok). Alhamdulillah semua di sana di Lombok Sehat?," kata Syekh Ali Jaber di Instagram-nya.

    Rencana kedua terkait kuliah anak Syekh Ali Jaber di luar negeri. Mendiang ingin anaknya mengenyam perguruan tinggi di luar negeri untuk menambah pengalaman.

    Baca: 2 Rencana Syekh Ali Jaber yang Belum Sempat Terwujud untuk Putranya

    Berita selanjutnya yakni keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu (DKPP) terkait pemberhentian Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman. KPU diminta menghormati putusan tersebut. 

    Penyelenggara diminta tak berseteru mempersoalkan keputusan itu. Sebab, Perseteruan yang tak perlu dinilai dapat menghancurkan demokrasi Indonesia.
     
    "Saya berharap kita menghormati seluruh putusan dan menempatkannya pada koridor hukum yang ada (sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum)," kata Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantauan Pemilihan (KIPP), Kaka Suminta, dalam diskusi publik secara daring, Sabtu, 16 Januari 2021.

    Baca: KPU Diminta Menghormati Putusan DKPP

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id