Satgas Catat Kasus Aktif Covid-19 Turun 6,7% Dalam Sebulan

    Antara - 21 Oktober 2020 04:31 WIB
    Satgas Catat Kasus Aktif Covid-19 Turun 6,7% Dalam Sebulan
    Kepala BNPB Doni Monardo mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 September 2020. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
    Jakarta: Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mencatat kasus aktif infeksi virus korona pada Selasa, 20 September 2020, mencapai 16,93 persen. Ada penurunan 6,7 persen dari 23,6 persen pada Minggu, 20 September 2020.

    "Itu sebuah prestasi yang sangat luar biasa," kata Doni di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Selain itu, angka kesembuhan per 20 Oktober mencapai 79,61 persen atau meningkat 7 persen dibandingkan tingkat kesembuhan 72,5 persen pada 20 September. Hal itu juga dinilai menjadi prestasi yang membanggakan dalam upaya pemerintah mengendalikan pandemi.

    Total warga sembuh mencapai 293.653 orang. Namun, Doni mengakui angka kematian masih di atas angka global, yaitu mencapai 3,45 persen. Rasio kematian di tingkat global 2,85 persen. Namun, pada awal pandemi, persentase kematian Indonesia mendekati 9,8 persen.

    "Alhamdulillah hari ini telah turun sangat pesat sekali dan mudah-mudahan para dokter kita semakin terampil, semakin terlatih, semakin memiliki pengetahuan yang cukup sehingga bisa menyembuhkan pasien dengan lebih baik lagi," kata Doni.

    Menurut data-data yang ia peroleh, pasien dalam kondisi gejala ringan memiliki risiko kematian nol persen dengan tingkat kesembuhan 100 persen. Ketika gejala menjadi sedang, risiko kematian mencapai 2,6 persen.

    Saat gejala meningkat menjadi berat, risiko kematian juga meningkat hingga mencapai 6 sampai 7 persen. Saat kondisi kritis, pasien berisiko meninggal hingga mencapai 67,5 persen.

    "Artinya apa? Kalau kita semua bisa mengetahui gejala lebih awal dan ada intervensi dari semua pihak, pimpinan di daerah, termasuk para kepala puskesmas untuk mengingatkan masyarakat agar bersedia dilakukan isolasi mandiri, maka kita bisa memantau mereka yang sakit, mereka yang tanpa gejala untuk bisa disembuhkan," ujar dia.

    Untuk mengendalikan pandemi, Presiden Joko Widodo meminta Satgas Penanganan Covid-19 meningkatkan kemampuan 3 T. Hal ini meliputi testing atau pemeriksaan, tracing atau penelusuran, dan treatment atau pengobatan.

    Doni mengatakan saat ini tingkat pemeriksaan di Indonesia sudah mencapai 82 persen dari yang ditentukan Organisasi Kesehatan Dunia WHO. Ia menekankan tingkat pemeriksaan di Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lain dalam hal pemeriksaan harian.

    Meski demikian, ia mengakui pemeriksaan tersebut belum dilakukan secara merata di semua wilayah Indonesia. Masih ada provinsi dengan tingkat kemampuan yang sangat tinggi, tetapi ada juga beberapa provinsi lainnya yang masih jauh di bawah standar.

    Untuk tingkat tracing atau penelusuran, Satgas covid-19 telah telah memperbesar kemampuan petugas di puskesmas. Dengan begitu, orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien covid-19 bisa langsung diperiksa.

    Baca: 3M Cara Terbaik Memutus Rantai Covid-19

    Upaya pengobatan juga terus menerus ditingkatkan. Pemerintah tidak cukup hanya menyiapkan rumah sakit lapangan, termasuk rumah sakit darurat covid-19, tetapi juga menyiapkan sejumlah fasilitas hotel untuk orang-orang yang diketahui positif covid-19 tanpa gejala.

    "Ini semua demi memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia," ungkap Doni Monardo.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id