comscore

IDAI Minta Masyarakat Mewaspadai Penularan Hepatitis Akut

Atalya Puspa - 04 Mei 2022 10:09 WIB
IDAI Minta Masyarakat Mewaspadai Penularan Hepatitis Akut
Ilustrasi Pexels
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau seluruh tenaga kesehatan (nakes), terutama para orang tua dan anak agar tetap memperketat protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penyebaran hepatitis akut. Khususnya di masa mudik lebaran.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan surat edaran dengan nomor surat HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) pada 27 April 2022.
"Agar masyarakat tetap tenang dan berhati-hati, dan mencegah infeksi dengan berbagai langkah," kata Ketua IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam keterangan resmi, Rabu, 4 Mei 2022.

Langkah-langkah pencegahan infeksi bisa dilakukan dengan mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, serta makan makanan yang bersih dan matang penuh. Upaya lainnya bisa dilakukan dengan membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya.

Kemudian, menggunakan alat makan sendiri-sendiri serta memakai masker dan menjaga jarak. Para orang tua juga diminta mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, dan demam tinggi. Orang tua diharap segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat jika menemukan gejala tersebut.

"Sejauh ini, respons klinis dan kesehatan masyarakat telah diterapkan di Inggris Raya dan sejumlah negara di mana kasus ini muncul untuk mengoordinasikan penemuan kasus dengan penyelidikan penyebab penyakit dalam kasus hepatitis akut ini," kata Piprim.

Baca: Kronologi Temuan Kasus Hepatitis Akut pada Anak Secara Global

IDAI mendukung penuh upaya pemerintah. IDAI bahkan segera berkoordinasi dengan para ahli kedokteran terkait untuk penyelidikan menyeluruh atas kasus-kasus yang dicurigai sebagai hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya itu.

"IDAI juga meminta bantuan dan dukungan dari setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan untuk aktif mengedukasi masyarakat setempat untuk segera mengunjungi fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila ada anak atau anggota keluarga yang mengalami gejala di atas serta berkoordinasi dengan dokter spesialis anak terkait untuk menindaklanjuti dan mengawasi dengan ketat penyakit ini, serta melaporkan keada Dinas Kesehatan setempat," tegas dia.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id