Metro Siang

    Epidemiolog: Virus Korona Bakal Terus Bermutasi, Jadi Jangan Lengah

    MetroTV - 14 September 2021 20:17 WIB
    Epidemiolog: Virus Korona Bakal Terus Bermutasi, Jadi Jangan Lengah
    Ilustrasi. MI/Duta



    Jakarta: Virus korona diyakini bakal terus bermutasi. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak menurunkan kewaspadaan. Lengah sedikit, lonjakan kasus covid-19 bakal kembali terjadi.

    Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, memperkirakan akan ada beberapa varian covid-19 yang lebih berbahaya dari varian Delta. Indikasinya adalah ditemukannya varian C.1.2 di Afrika Selatan pada Mei 2021.

     



    "Varian ini berpotensi mengalahkan Delta. Ini karena semua mutasi dari Alpha, Beta, Delta, dan Gamma ada di varian 1.2," kata dia dalam webinar Alinea Forum bertema Waspada Masa Krisis Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Selasa, 14 September 2021.

    Makanya, dia mengingatkan kepada pemerintah untuk bersiap dan berupaya mencegah masuknya varian tersebut. Di sisi lain, mulai bersiap untuk hidup berdampingan dengan covid-19 karena tampaknya pandemi ini masih panjang.

    Menurutnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) adalah salah satu strategi yang tepat. Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sedang membuat strategi yang mirip dengan PPKM. Strategi ini akan menjadi penjaga gawang selama masih merebaknya covid-19. 

    "PPKM ini tidak mematikan ekonomi, kecuali kalau level empat. Inilah yang harus disampaikan kepada publik," kata dia.

    Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menegaskan tidak ada satu pun epidemiolog yang bisa memastikan kapan pandemi berakhir. Makanya, Pemprov DKI akan memastikan 14 juta orang yang beraktivitas di Jakarta telah mendapatkan vaksinasi. 

    Ia menegaskan vaksin masih menjadi upaya terbaik. Kendati belum bisa mencegah penularan covid-19, vaksin bisa mengurangi dampak negatif ketika terpapar.

    "Tidak ada orang yang kami tinggalkan selama pandemi ini. Jadi harapannya, tidak hanya 11 juta penduduk DKI, tetapi 14 juta penduduk yang beraktivitas di DKI di siang hari sudah lengkap vaksinasi dua dosis sehingga herd immunity dapat tercapai," ujarnya



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id