Jawa-Bali Masih di Level 4 Pandemi? Begini Penjelasan Kemenkes

    Patrick Pinaria - 21 Juli 2021 19:34 WIB
    Jawa-Bali Masih di Level 4 Pandemi? Begini Penjelasan Kemenkes
    Ilustrasi medcom.id



    Jakarta: Pulau Jawa-Bali sedang dalam situasi darurat. Sebab, kasus covid-19 di kedua pulau tersebut terbilang sangat tinggi. Bahkan, menurut pihak Kementerian Kesehatan, pulau Jawa-Bali masuk dalam level 4 pandemi.

    Fakta itu disampaikan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi siaran pers Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kanal YouTube FMB9 yang dipantau dari Jakarta, Rabu, 21 Juli sore WIB.

     



    "Seperti DKI Jakarta, semua kabupaten dan kota pada level 4," ujar Siti.

    Contoh saja di Jawa Barat. Menurut Nadia, terdapat 14 daerah di wilayah tersebut yang berada di level 4.  Hanya Kabupaten Majalengka yang turun dari level 4 ke level 3.

    Sementara itu, terdapat 21 daerah di Jawa Tengah berada di level 4. Adapun hanya ada dua daerah yang turun dari level 4 ke level 3, yakni Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak.

    Situasi buruk juga dialami Daerah Istimewa Yogyakarta. Di provinsi tersebut, semua kabupaten/kota berada di level 4.

    Kemudian, wilayah yang masuk level 4 di Jawa Timur mencapai 30 daerah. Teranyar, terdapat enam daerah yang statusnya naik dari level 3 menjadi level 4. Di antaranya adalah Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso.

    "Untuk Banten, ada empat kabupaten berada pada level 4. Kota Cilegon, khususnya, naik dari level 3 menjadi ke level 4," kata Nadia.

    Untuk Bali, ada empat daerah di level 4. Sementara Kabupaten Klungkung dan Gianyar naik dari level 3 ke level 4.

    Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan akan menerapkan PPKM level 3-4 di Pulau Jawa-Bali. Ketentuan tersebut diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 22 Tahun 2021. Instruksi tersebut dimulai pada Rabu 21 Juli.

    "Sesuai dengan kriteria level situasi pandemik berdasarkan assesmen dan untuk melengkapi pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro serta mengoptimalkan posko penanganan covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran covid-19," tulis Inmendagri.

    Dalam instruksi tersebut, penetapan level berpedoman pada indikator Penyesuaian Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 yang ditetapkan Menteri Kesehatan. 

    Tidak dijelaskan secara rinci apa yang membedakan PPKM level 3 dan level 4 dalam instruksi tersebut. Namun, perbedaan PPKM level 3 dan level 4 sejatinya sudah pernah diterapkan pemerintah ketika masih menggunakan istilah PPKM Darurat pada 3-20 Juli.

    Pada PPKM periode tersebut, pemerintah memakai level-level untuk menentukan tingkat situasi pandemi di daerah-daerah. Penerapan level-level ini dilakukan pemerintah berdasarkan pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Berikut perbedaan level 3 dan level 4 berdasarkan pedoman WHO:

    Level 3: Kasus penularan virus tinggi. Kasus konfirmasi berada di sekitar 50 hingga 100 orang per 100.000 penduduk per minggu. 

    Pasien covid-19 yang dirawat inap berada di antara 10-30 orang per 100.000 penduduk per minggu. Sedangkan jumlah kematiannya antara 2-5 orang per 100.000 penduduk per minggu.

    Level 4: Kasus penularan covid-19 sangat tinggi. Kasus positifnya mencapai 150 orang per 100.000 penduduk per minggu. 

    Pasien yang dirawat inap karena covid-19 lebih dari 30 orang per 100.000 penduduk per minggu. Kemudian, angka kematiannya lebih dari 5 orang per 100.000 penduduk per minggu.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id