Fenomena Balas Dendam Liburan, Penghapusan Cuti Bersama Dinilai Tepat

    Fachri Audhia Hafiez - 28 Oktober 2021 14:35 WIB
    Fenomena Balas Dendam Liburan, Penghapusan Cuti Bersama Dinilai Tepat
    Ilustrasi korona. Medcom.id



    Jakarta: Keputusan pemerintah meniadakan cuti bersama Natal dan tahun baru. dinilai tepat. Sebab, pada momentum tersebut diyakini terjadi gelombang masyarakat yang berlibur.

    "Ini ada fenomena balas dendam liburan dan juga dampak dari kejenuhan yang ada terjadi di masyarakat akibat pandemi covid-19," kata peneliti Global Health Security and Policy, Center for Environment and Population Health, Griffith University Australia, Dicky Budiman, kepada Medcom.id, Kamis, 28 Oktober 2021.

     



    Dicky mengatakan melarang masyarakat tidak berlibur hal yang sulit. Terlebih saat ini kasus covid-19 di Indonesia tidak mengganas.

    Kondisi itu diyakini membuat masyarakat berpikir untuk berlibur. Dengan demikian, membatasi pergerakan masyarakat menjadi formula tepat.

    "Sehingga, yang bisa kita lakukan adalah melakukan pembatasan dalam batasan-batasan yang tentu juga tidak memberatkan semua pihak," ujar Dicky.

    Dicky juga tak memungkiri potensi gelombang ketiga covid-19 terjadi di Indonesia. Libur Nataru bisa memicu kenaikan kasus covid-19 bila pemerintah tak mengendalikan mobilitas masyarakat.

    Selain itu, upaya protokol 5M dan 3T mesti terus digalakkan. Tak ketinggalan vaksinasi juga mesti diakselerasi dan diperluas jangkauannya.

    "Dengan upaya-upaya ini kita bisa lakukan dengan minimalisasi potensi dampak dari gelombang ketiga," ucap Dicky.

    Pemerintah resmi meniadakan cuti bersama Nataru. Keputusan itu diambil untuk menghindari potensi gelombang ketiga covid-19.

    Keputusan peniadaan cuti bersama Nataru termaktub dalam SKB Tiga Menteri Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, dan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.

    Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyebut kebijakan itu diambil semata-mata untuk meminimalkan penyebaran covid-19. Pasalnya, pergerakan orang pada akhir tahun dinilai tinggi.

    Baca: Wagub DKI Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas Saat Libur Akhir Tahun
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id