Kominfo: Nekat Cuti Nataru, ASN Siap-siap Dapat Sanksi

    Ferdian Ananda - 30 November 2021 19:30 WIB
    Kominfo: Nekat Cuti Nataru, ASN Siap-siap Dapat Sanksi
    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Platte. Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto



    Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengingatkan Aparat Sipil Negara (ASN) wajib menunda cuti pada Desember 2021. Johnny menegaskan sanksi menanti bagi mereka yang melanggar.

    "Kami mengharapkan para ASN dan semua pihak yang terkait dengan kebijakan ini dapat mengerti kebijakan ini semata diambil untuk mendukung pengendalian covid-19 di Indonesia. Kami berharap sanksi tegas yang sudah disiapkan tidak perlu diberikan kepada ASN mana pun," kata Johnny dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 November 2021.

     



    Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2021, ASN dilarang mengambil cuti dan bepergian ke luar daerah di minggu yang sama dengan hari libur nasional baik sebelum maupun sesudah mulai 20 Desember 2021. SE Menpan-RB Nomor 26 Tahun 2021 juga melarang ASN mengambil cuti dan bepergian ke luar daerah selama periode Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, yakni pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022.

    Johnny menyebut ASN tidak diizinkan mengambil cuti dan bepergian ke luar daerah sepanjang 20 Desember 2021-2 Januari 2022. Salah satu kebijakan pencegahan penularan covid-19 ini juga akan diikuti dengan aturan ganjil genap di seluruh tempat wisata yang berlaku sejak Operasi Lilin 2021, yaitu 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

    "Hal ini tentunya dilakukan sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan covid-19 yang berpotensi meningkat dikarenakan perjalanan orang selama Nataru," tutur dia.

    Pemerintah mengimbau seluruh ASN tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Semua pihak mesti saling mengingatkan pandemi covid-19 belum selesai.

    "Sejumlah aturan disiapkan bagi ASN dalam menghadapi Nataru," tegas dia.

    Namun, Johnny menyebut dalam implementasi aturan ini terdapat sejumlah pengecualian. Antara lain kepada ASN yang cuti melahirkan dan cuti sakit serta karena alasan penting.

    ASN dalam kondisi tersebut dapat diperbolehkan mengambil cuti. Namun, Johnny mengingatkan pemberian cuti harus tetap akuntabel.

    Larangan kegiatan bepergian ke luar daerah dikecualikan bagi ASN yang bertempat tinggal dan bekerja di instansi yang berlokasi di wilayah aglomerasi yang akan bekerja di kantor atau work from office (WFO). ASN yang melaksanakan tugas kedinasan ke luar daerah harus memperoleh surat tugas yang ditandatangani minimal Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) atau Kepala Kantor Satuan Kerja.

    "Pemerintah mengimbau agar seluruh masyarakat serta keluarga turut mendorong agar ASN tidak melakukan cuti dan pergi tanpa alasan yang jelas," ujar dia.

    Baca: Masyarakat Diminta Tunda Liburan Jelang Natal dan Tahun Baru
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id