Aspek Sejarah Ratu Kalinyamat Mulai Disusun

    Media Indonesia - 17 Agustus 2019 18:03 WIB
    Aspek Sejarah Ratu Kalinyamat Mulai Disusun
    Suasana diskusi soal nilai keutamaan Ratu Kalinyamat di Jepara, Jawa Tengah. Foto: Dok.Istimewa
    Jakarta: Membumikan nilai keutamaan dan perjuangan Putri Retno Kencono atau Ratu Kalinyamat dinilai sangat penting. Sehingga, Yayasan Dharma Bakti Lestari mulai menyusun beragam aspek kesejarahan Ratu Kalinyamat.

    Hal itu diungkapkan oleh perwakilan Yayasan Dharma Bakti Lestari, Edi Hidayat, dalam diskusi Perumusan Nilai-nilai Keutamaan Ratu Kalinyamat yang diselenggarakan Yayasan Kartini Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Lestari, di Telaga Sejuta Akar Bondo, Jepara, Jawa Tengah. Acara ini juga didukung oleh PT PLN Pembangkit Tanjungjati B.

    "Apalagi masyarakat Jepara bersama-sama ingin menjadikan Putri Retno Kencono sebagai pahlawan nasional. Naskah akademis tengah disusun oleh para ahli dengan mengedepankan aspek-aspek kesejarahan," ujar Edi, Jepara, Jumat, 16 Agustus 2019

    Diskusi yang diikuti kurang lebih 150 peserta dari kalangan guru  dan pelajar SMA, mahasiswa, pegiat budaya, akademisi, dan anggota DPRD itu menghadirkan dua orang pembicara, budayawan, dan aktivis Yayasan Kartini Indonesia, Iskak Wijaya, dan mantan Kabag Humas Sekretariat Daerah Jepara, Hadi Priyanto.

    Sekretaris Yayasan Kartini Indonesia Indria Mustika mengajak masyarakat bisa mulai berpikir tentang nilai-nilai keutamaan Ratu Kalinyamat yang bisa diwariskan, dan relevan untuk menjadi sumber inspirasi, serta motivasi. "Diskusi ini baru tahap awal dan perlu terus dilakukan dengan kajian yang mendalam. Harapannya kelak akan ada kesepakatan kolektif masyarakat," ujar Indria Mustika.

    Baca: Pemkab Jepara Dukung Pusat Kajian Ratu Kalinyamat

    Sementara itu, Hadi mengaku mendukung penyusunan nilai keutamaan Ratu Kalinyamat. Sebab, beban kurikulum di semua satuan pendidikan yang demikian padat menyulitkan para guru mengajarkan nilai-nilai keutamaan pahlawan lokal Jepara. Apalagi, literatur tentang Ratu Kalinyamat pun sangat minim. 

    "Akhirnya penguasa yang pernah dua kali menyerang kolonialisme Portugis di Malaka itu hanya dikenal lewat karnaval, sebagai ratu Jepara yang sangat cantik. Bahkkan hanya dikenal mitos dan legendanya," ujar Hadi.

    Padahal, terang dia, banyak nilai yang dapat dijadikan sumber inspirasi bagi masyarakat, bahkan bangsa yang masih relevan.

    Iskak menyatakan perumusan nilai dan pemahaman sejarah ini sangat penting. Sebab mereka yang tidak memahami sejarah akan melakukan kesalahan.

    "Ada banyak nilai yang dapat kita ambil jika mau belajar dari sejarah Ratu Kalinyamat. Kala itu beliau telah mengembangkan spirit nasionalisme yang tidak sempit, semangat pluralisme, kesetaraan politik perempuan, komitmen religius yang kuat, serta kepercayaan diri yang teguh," ungkap Iskak.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id