Awas Keliru, Ini Tanggal Cuti Bersama yang Dipakai Setelah Dipangkas

    Patrick Pinaria - 22 Februari 2021 18:17 WIB
    Awas Keliru, Ini Tanggal Cuti Bersama yang Dipakai Setelah Dipangkas
    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy (Foto: Antara)
    Jakarta: Cuti bersama pada 2021 resmi dipangkas. Pemerintah memutuskan untuk mengurangi jatah cuti bersama tahun ini sebanyak lima hari.

    Awalnya, cuti bersama pada tahun ini terdapat tujuh hari. Namun, lantaran kasus positif virus korona masih terus bertambah, pemerintah menentukan cuti bersama pada tahun ini hanya sebanyak dua hari.

    Perubahan hari libur cuti bersama tersebut resmi diumumkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Kantor Kemenko PMK pada Senin 22 Februari.

    Menurutnya, pemotongan hari libur cuti bersama tahun ini tertuang Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 tahun 2020 Tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021.

    "Dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) sebelumnya terdapat 7 hari cuti bersama. Setelah dilakukan peninjauan kembali SKB, maka cuti bersama dikurangi dari semula 7 hari menjadi hanya tinggal 2 hari saja" ujar Muhadjir.

    Sebanyak lima hari libur cuti bersama yang dipangkas itu terdapat di tiga bulan. Di antaranya adalah Maret, Mei, dan Desember. 

    Pada Maret, cuti bersama yang dipangkas adalah tanggal 12 (Isra Miraj Nabi Muhammad SAW). Kemudian, cuti bersama berikutnya yang dipotong adalah cuti bersama memperingati Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada 17 hingga 19 Mei.

    Terakhir, cuti bersama yang dipangkas jatuh pada 27 Desember. Cuti tersebut untuk memperingati Hari Raya Natal.

    Pemerintah bukan tanpa alasan melakukan pemotongan cuti tersebut. Menurut Menko PMK, Muhadjir, pemotongan itu dilakukan setelah berkaca dari pengalaman kenaikan signifikan kasus positif korona (covid-19) pada 2020. Sepanjang periode itu, ada kecenderungan kasus COVID-19 mengalami peningkatan signifikan di tiap selesai libur panjang karena mobilitas masyarakat cenderung naik. 

    "Oleh karena itu pemerintah perlu meninjau kembali cuti bersama yang berpotensi mendorong terjadinya arus pergerakan orang sehingga penularan meningkat. Sekali lagi ditegaskan bahwa Tahun 2021 Cuti Bersama dipotong lima hari dari tujuh hari yang ada," kata Menko PMK.

    Pengurangan hari libur itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Peninjauan SKB Cuti Bersama tahun 2021 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, dan dihadiri oleh Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Sekjen Kemnaker, Asops Kapolri dan Pejabat Eselon 1 K/L terkait. (Ant)

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id