Uji Klinis Tahap II Vaksin Nusantara Berlanjut, IDI: Terkesan Memaksakan

    Patrick Pinaria - 14 April 2021 21:31 WIB
    Uji Klinis Tahap II Vaksin Nusantara Berlanjut, IDI: Terkesan Memaksakan
    Ilustrasi medcom.id



    Jakarta: Uji klinis Vaksin Nusantara sudah memasuki tahap kedua. Kali ini, pengujian vaksin itu dilakukan dengan mengambil sampel darah sejumlah anggota Komisi IX DPR RI pada Rabu, 14 April 2021.

    Pelaksanaan uji coba vaksin ini lantas memicu perdebatan. Mengingat, uji coba tahap pertama vaksin ini disebut tak sesuai mekanisme oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

     



    Salah satu kritik mengenai kelanjutan uji klinis vaksin yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu dilontarkan Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban. Menurutnya, uji klinis ini terkesan dipaksakan.

    "Kalau uji klinis fase dua ini dilakukan tanpa izin BPOM, rasanya kok seperti memaksakan ya. Semoga hal ini bisa dibicarakan dengan baik oleh BPOM dan pihak Vaksin Nusantara. Amin," ujar Zubairi lewat akun Twitter miliknya.

    Pengembangan vaksin Nusantara memang masih mandek saat ini. Beredar kabar, vaksin itu belum masuk dalam tahap uji praklinis terhadap binatang.

    Selain itu, pengembangan Vaksin Nusantara juga dihentikan sementara lantaran belum memenuhi sejumlah syarat. Penghentian itu dilakukan sambil menunggu tim peneliti melengkapi data-data seperti cara pembuatan obat yang baik (CPOB).


    Vaksin untuk Indonesia
     
    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id