Liputan Khusus Media Group News

    Berburu Vaksin di Tengah Lonjakan Pandemi Covid-19

    Medcom - 14 Oktober 2020 10:15 WIB
    Berburu Vaksin di Tengah Lonjakan Pandemi Covid-19
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Di tengah lonjakan penularan covid-19, Presiden Joko Widodo akhir September 2020 memerintahkan jajarannya menyiapkan perencanan vaksinasi dalam dua pekan ke depan. Meskipun vaksin covid-19 belum rampung dikembangkan dan kini masih dalam pengujian klinis, Presiden menginstruksikan agar disiapkan satu rencana perburuan vaksinasi yang detail seawal mungkin.

    Ia mengatakan perencanaan vaksinasi tersebut harus memuat waktu pelaksanaan vaksinasi, target lokasi vaksinasi, bagaimana pendistribusiannya, hingga kelompok yang didahulukan untuk divaksin. Itu artinya, dalam dua minggu setelah instruksi Presiden itu, semestinya Indonesia sudah punya semacam peta jalan vaksinasi yang konkret untuk melemahkan virus korona

    "Untuk roadmap pemberian vaksin minggu ini saya minta secara khusus dipaparkan sehingga jelas apa yang kita butuhkan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 12 Oktober 2020.

    Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Dalam Perpres disebut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto diberi wewenang menetapkan jumlah dan jenis vaksin yang diperlukan.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu juga mengatakan saat ini pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) soal Pengadaan dan Distribusi Vaksin Covid-19, Roadmap Pelaksanaan Vaksinasi, serta pembuatan Dashboard Tracing Vaccine Program. 

    Ia menyebut total kebutuhan untuk vaksin sampai 2022 mencapai Rp37 triliun. Airlangga mengatakan Indonesia sudah bisa memberikan vaksin untuk rakyatnya pada Desember-Januari 2022.

    Seiring dengan vaksinasi untuk masyarakat Indonesia pada Desember 2020-Januari 2021, mencuat tiga isu utama. Pertama, hak untuk mendapatkan vaksin (demokratisasi vaksin), siapa saja yang berhak, kenapa tak semua orang, karena hak untuk sehat adalah hak semua orang, negara harus melindungi segenap tumpah darah Indonesia (UUD 1945). 

    Kedua, kualitas vaksin. Pengadaan vaksin rencananya tak hanya diperoleh dari Tiongkok, melainkan dari sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab. Bagaimana standarisasi kualitas vaksin? 

    Ketiga, kehalalan vaksin. Karena, sebagian kalangan sudah mengumandangkan penolakan vaksin covid-19 karena terbuat dari bahan atau zat yang haram. 

    Cermati: 6 Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Virus Korona

    Rencananya sebanyak 376 juta vaksin akan datang ke Indonesia dalam lima tahap untuk keluar dari pandemi covid-19. Tahap I atau pada kuartal IV 2020 akan datang sebanyak 36 juta vaksin. Lalu tahap II  pada kuartal I 2021, yakni 75 juta vaksin. Tahap III atau kuartal II 2021 datang 105 juta vaksin. Tahap IV atau kuartal III 2021 datang 80 juta vaksin. Dan tahap V  atau kuartal IV 2021 datang 80 juta vaksin. 

    Berikut hasil liputan Media Group News mengenai perburuan vaksin covid-19:

    1. Target 36 Juta Vaksin Covid-19 Mesti Didongkrak

    2. Pengembangan Vaksin dan Obat Covid-19 Dikawal Ketat

    3. LBM Eijkman: Status Halal Vaksin Covid-19 Harus Jadi Perhatian

    4. MUI Siapkan Fatwa Vaksin Covid-19

    5. Uji Klinis Tahap III Vaksin Covid-19 di Indonesia Selesai, Bagaimana Hasilnya?

    Berburu Vaksin di Tengah Lonjakan Pandemi Covid-19


    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id