Ahli: Tak Masalah Efikasi Mendekati Ambang Batas

    Antara - 17 Januari 2021 21:38 WIB
    Ahli: Tak Masalah Efikasi Mendekati Ambang Batas
    Vaksin covid-19 dari Sinovac. Foto: Sekretariat Kabinet



    Jakarta: Persentase efikasi vaksin covid-19 yang mendekati ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) diminta tak dipersoalkan. Asalkan di atas ambang batas, yakni 50 persen, maka efikasi itu masih aman.

    Ahli epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyampaikan hasil final efikasi vaksin CoronaVac produksi Sinovac di Brasil sebesar 50,4 persen tidak berpengaruh dengan efikasi vaksin di Indonesia. Ia meminta masyarakat tidak perlu cemas. 






    Menurutnya, angka efikasi di Brasil maupun di Turki tidak bisa disamakan dengan efikasi di Indonesia. Ini disebabkan karena proses uji klinis tahap III-nya pun berbeda.

    "Hasil yang sedikit di atas threshold (ambang batas) WHO itu tetap memiliki makna karena tetap memiliki efikasi yang memenuhi standar. Tetap bisa kita gunakan sebagai pelindung," kata Dicky, Minggu, 17 Januari 2021.

    Dia mengungkapkan vaksin CoronaVac memang berbeda dari merek vaksin lain. Hal itu lantaran perusahaan Sinovac Biotech mempersilahkan proses uji klinis tahap III dilakukan di daerah pemesan yakni Brasil, Turki, dan Indonesia.

    Menurut Dicky, terbitnya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) menandakan vaksin Sinovac sudah cukup memadai untuk dapat digunakan. Sebab, hasil uji klinis fase III di Bandung telah menunjukkan efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen. 

    "Efikasi yang memadai, saya sampaikan memadai karena dia sudah memenuhi threshold," ujarnya.

    Baca: Wartawan Divaksinasi Mulai Maret 2021

    Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengatakan angka efikasi 65,3 persen sudah cukup meyakinkan bahwa vaksin Sinovac untuk Indonesia aman dan efektif. "Melebihi standar minimum efikasi WHO sebesar 50 persen," ujar Dirga.

    Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan efikasi di Brasil berubah-ubah karena efikasi tidak dapat dibandingkan dengan platform yang berbeda. Hal tersebut dikarenakan banyaknya parameter yang menentukan.

    "Pertama dari relawan sudah berbeda, jumlahnya berbeda, kemudian tingkat risiko dari relawan berbeda. Di Brasil, 100 persen yang menjadi relawan  adalah tenaga kesehatan. Di Turki 20 persen adalah tenaga kesehatan dan 80 persen pekerja berisiko. Di Indonesia umum, dan ini justru lebih merepresentasikan masyarakat secara umum," ujar Penny.

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa vaksin adalah upaya negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman pandemi covid-19. Vaksin hadir untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.

    "Kami telah menerima rekomendasi dari WHO bahwa nilai efikasi di atas 50 persen dapat diterima," kata Wiku seperti dilansir Antara.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id