Penyelam Semakin Dekat dengan Black Box Sriwijaya Air SJ-182

    Cindy - 11 Januari 2021 15:13 WIB
    Penyelam Semakin Dekat dengan <i>Black Box</i> Sriwijaya Air SJ-182
    Personel TNI AL dikirim ke lokasi diduga pesawat Sriwijaya Air jatuh, Sabtu, 9 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: TNI Angkatan Laut (AL) telah memetakan satu sektor yang diduga lokasi kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Kaki, Kepulauan Seribu. Penyelam dari TNI AL difokuskan di sektor tersebut.

    "Setelah tadi malam dievaluasi dan tadi dilaksanakan scanning, kemudian dari titik-titik dihubungkan sudah kita petakan ternyata tinggal satu area 140x100 meter berbentuk segitiga," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dalam Breaking News Metro TV, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021.

    Menurut dia, kedalaman di perairan itu berkisar 15-16 meter. Kondisi perairan itu tidak sedalam lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, pada Oktober 2018 yang melebihi 30 meter.

    Baca: Cerita Kakak Korban Sriwijaya: Penolakan Buat Nurul Selamat dari Maut

    Meski begitu, pencarian black box pesawat Sriwijaya SJ-182 tidak mudah. Berkaca pada search and rescue (SAR) pesawat Lion Air, Yudo menduga black box tertimbun di bawah puing-puing pesawat.

    Yudo mengatakan tim SAR membutuhkan waktu untuk mengangkut puing pesawat yang berserakan. Saat ini, puing-puing pesawat yang diangkut baru sebagian kecil.  

    "Apalagi ini baru dua hari, mudah-mudahan puing-puing diambil terus mudah-mudahan bisa segera ditemukan (black box pesawat SJ-182), mungkin masih ada di dalam tumpukan," kata  Yudo.

    Yudo mengatakan TNI AL bakal bekerja maksimal hingga menemukan rekaman data penerbangan dan percakapan di kokpit tersebut. Meski begitu, kewenangan target pencarian black box berada di tangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).  

    "Yang menentukan itu (target pencarian) kan Basarnas, kalau kita inginnya sampai ketemu karena medannya ini kan jauh lebih mudah dibanding waktu Lion Air. Tapi, semuanya tergantung Basarnas sebagai koordinator," kata Yudo.

    Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.

    Posisi terakhir pesawat itu ada di 11 nautical mile di utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu jatuh itu saat mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 50 penumpang dan 12 kru.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id