Social Distancing Butuh Partisipasi Publik

    Theofilus Ifan Sucipto - 17 Maret 2020 13:51 WIB
    <i>Social Distancing</i> Butuh Partisipasi Publik
    Presiden Joko Widodo rapat terbatas dengan teleconference. DOK Instagram Pramono Anung

    Jakarta: Pemerintah mengimbau masyarakat proaktif menerapkan jarak sosial atau social distancing. Ini untuk menghentikan penyebaran virus korona (covid-19).

    "Pembatasan sosial memerlukan partisipasi publik," kata juru bicara Presiden Fadjroel Rachman saat dihubungi, Selasa, 17 Maret 2020.

    Fadjroel mengatakan penerapan social distancing bermanfaat dua arah. Dia memaparkan cara ini dapat membentengi diri sendiri dan mencegah penularan pada orang lain. 

    Dia menuturkan Presiden Joko Widodo dan kementerian telah bekerja secara daring. Hari ini rapat terbatas digelar melalui teleconference.

    "Ini merupakan teladan Presiden untuk pembatasan sosial," ujar Fadjroel.

    (Baca: Apa itu Social Distancing?)

    Fadjroel mengakui penerapan jarak sosial berdampak pada agenda Jokowi. Namun, Kepala Negara selalu berusaha menjalankan agenda.

    Jokowi mengimbau seluruh masyrarakat mulai bekerja, belajar, dan ibadah dari rumah. Ini untuk mencegah penyebaran virus korona yang terus meningkat di Tanah Air.

    Jokowi memulai rapat terbatas via teleconference, Senin, 16 Maret 2020. Rapat membahas percepatan ekonomi menghadapi tekanan virus korona. Rapat diikuti 41 anggota kabinet Indonesia Maju.




    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id